Sejarah Pertama Kali Tali Digunakan Dan Dibuat

1 min read

jenis-jenis tali dan kegunaannya (1)

Sejarah Tali – Tali adalah sebuah yang memiliki berbagai macam fungsi yang bisa meringankan pekerjaan yang sedang kita hadapi atau kerjakan. Tali memiliki karakteristik yang kuat dan fleksibel, sehingga membuatnya dapat digunakan untuk menarik, mengangkat, dan mengikat.

Tali dapat dibuat dari setiap panjang, benang, bahan berserat, tetapi pada umumnya tali terbuat dari serat alami atau serat sintesis tertentu.

Tapi bagaimana bentuk dan bahan tali yang pertama kali dibuat? Bagaimana bisa orang dulu menemukan cara membuat tali? Kita akan membahas tuntas semua itu cuma di kakibu.com.

Jika kalian sedang mencari tali rafia, saya memiliki rekomendasi dimana tempat penjualan tali rafia dengan kualitas yang bagus tapi harga masih bersahabat dengan kantong. Dimana lagi kalau bukan di Jual Tali Rafia Dengan Harga Murah .

Yuk langsung kita bahas saja mengenai sejarah dari pembuatan tali ini.

Sejarah Ditemukan Tali Untuk Pertama Kalinya

macam-macam-tali-angkat-yang-perlu-anda-ketahui-2
jenengeangel.com

Pendapat yang mengomentari tentang pertama kali ditemukan/dibuat ini. Contohnya: Shaker (1983), Takjoedin (1981), dan Steven Ashton (1987).

Kali ini kita akan coba membahas mengenai semua pendapat yang diutarakan oleh mereka dengan detail dan lengkap, untuk lebih menambah wawasan kita mengenai pertama kali dibuatnya tali ini.

Shaker (1983)

Pendapat yang dikemukakan oleh Shaker (1983) adalah bahwa orang Mesir merupakan orang atau golongan manusia yang pertama kali menggunakan tali yaitu 5000 tahun dahulu.

Takjoedin (1981)

Pendapat lain juga disampaikan oleh (Takjoedin, 1981) yang berkomentar bahwa bangsa Yunani pada zaman pra sejarah mempunyai seorang dewa yaitu Dewa OG yang  merupakan pembuat atau pencipta tali yang pertama.

Steven Ashton (1987)

Ahli sejarah yaitu Steven Ashton (1987) berpendapat bahwa tali pertama yang digunakan untuk aktivitas pendakian terbuat dari pintalan serabut hemp. Setelah Perang Dunia ke-2, Hawser-Laid diperkenalkan manakala Tali Kernmantel diperkenalkan pada tahun 1950-an.

Penggunaan tali untuk memburu, mengikat, menyambung, membawa, mengangkat, dan memanjat. Semua bermula sejak zaman purba dan sentiasa penting bagi kemajuan teknologi manusia. Kemungkinan tali yang pertama kali tercipta terbuat dari serat tumbuhan atau tumbuhan panjang yang kemudian di anyam sehingga jadilah tali.

Berawal dari sekitar 2800 S.M., tali yang dibuat dari gentian hemp akhirnya dipergunakan di China. Sampai akhirnya tali tersebar sepanjang Asia, India, dan Eropa selama beberapa ribu tahun berikutnya.

Bahkan Leonardo da Vinci pernah melakar konsep mesin pembuat tali, tetapi sebagaimana kebanyakan ciptaannya, ia tidak pernah dibina.

Walau bagaimana pun, pencapaian pembinaannya yang menakjubkan dicapai tanpa menggunakan teknologi maju: Pada tahun 1586, Domenico Fontana pernah menegakkan obelisk 327 tan di Medan Saint Peter, Rom dengan usaha bersama 900 orang, 75 kuda, dan jumlah takal yang tidak terbilang dan bermeter tali.

Menjelang akhir 1700-an beberapa mesin tali yang boleh digunakan telah dibina dan disempurnakan.

Tali terus dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang agak modern sehingga pada tahun 1950-an tali buatan seperti nilon menjadi popular dan banyak digemari.

Pada saat  Perang Dunia II , produksi tali dengan menggunakan serat sintetis semakin meningkat, sehingga tali yang terbuat dari serat alam berkurang di pasaran. Namun selepas perang usai, kelangkan tali yang terbuat dari serat sintetis mulai terasa. Hal ini disebabkan oleh karena bahannya yang susah didapat dan harganya yang mahal.

Tali yang berasal dari bahan serat sintetis, khususnya seperti nilon. Padahal awal diproduksi untuk kepentingan militer dan para pelaut. Kemudian, dengan semakin berkembangnya kegiatan yang mengarah ke alam terbuka, maka tali ini pun mulai dikenal oleh pemburu alam bebas.

Terimakasih Telah Membaca Artikel Ini. Semoga Bermanfaat Bagi Anda, Sholehuddin.com

Rumah Adat Bali

Sholehuddin
7 min read

Rumah Adat Aceh

Sholehuddin
4 min read

Komen Lurr