Rumah Adat Suku Madura

4 min read

rumah adar suku madura

Rumah Adat Madura-Nah di sini saya mengajak kalian untuk memahami tentang Rumah Adat Jawa Timur yang djuluki Tanean Lanjheng.

Rumah adat yang satu ini berasal dari budaya masyarakat Pulau Garam Madura Pulau Garam di Jawa Timur.

Tanean Lanjheng secara termologi berarti “Halaman Panjang”. Hal ini adalah fakta dengan pola struktur bangunannya yang memanjang dari arah Barat ke Timur atau sebaliknya.

Rumah Adat Suku Madura Pulau Garam Tanean

rumah adat suku madura
rumahadatindonesia.com

Nah rumah Tanean Lanjheang ini selain berfungsi sebagai rumah tinggal, juga dianggap sebagai gambaran kehidupan sosial masyarakat Madura Pulau Garam di Jawa Timur yang sangat mengutamakan hubunga kekerabatan mereka semua.

Simbol-simbol yang mendukung kekerabatan ini bisa dilihat dari rumah adat yang sebagian besar masih terpelihara dengan rapi di berbagai plosok di Madura.

Maka karenanya, pola dari rumah ini memiliki beberapa keunikan yang timbul dari nilai-nilai filosofi kehidupan sosial suku Madura Pulau Garam yang bermasyarakat.

Pola Rumah Adat Suku Madura Tanean Lanjhang

rumah adat suku madura
rivorma.com

Rumah adat tradisional Madura Tanean Lanjhang bisa anda kunjungi di beberapa  daerah menuju pantai slopeng maupun menuju pantai lombang.

Sebenarnya rumah Tanean Lanjhang ini bukan sebuan untuk satu rumah saja, tatapi untuk satu lingkungan rumah yang berjajar memanjang dalam satu lingkungan dan hidup rukun bertetangga.

Nah untuk lingkupan rumah Tanean Lanjhang ini biasanya terdiri dari 2 sampai 10 rumah.

Di setiap satu rumah dihuni oleh satu keluarga dan dalam salu lingkupan Tanean Lanjhang ini biasanya masih memiliki hubungan kekerabatan se anak keluarga.

Posisi lingkungan rumah adat Jawa Timur di kepulauan Madura ini bisa kita temukan dekat dengan lahan garapan, sawah, ladang, sungai, dan jalan sebagai perbatasan.

Juga ada penghalang untuk memisahkan antara lahan garapan petani dengan lingkungan rumah berupa pagar dari tanaman hidup atau galangan tumpukan tanah yang di tinggalkan.

Dilengkapi dengan adanya mushola atau masjid kecil untik tempat beribadah umat muslim, ada juga sumur dan kandang ternak, dan halaman yang memanjang dari arah Barat ke Timur sesuai dengan rumah.

Urutan rumahnya pun tidak sembarangan, tetapi rumah ini milik orang yang tingkat kekerabatan nya lebih tinggi biasanya posisi nya berada di bagian Barat, misalnya kakek, kakek dari ayah atau ibu, tetua dan seterusnya.

Dan urutannya semakin ke Timur berarti hubungan kekerabatannya semakin rendah.

Sistem yang demikian mengakibatkan ikatan yang erat seperti keluarga menjadi semakin erat namun antar kelompok sangat renggang karena letak permukiman yang menyebar dan terpisah.

Nah setiap lingkup Tanean Lanjhang selalu di lengkapi bangunan langgar atau masjid khusus ruang ibadah, dan letaknya berada di ujung barat di antara ujung rumah.

Kandang ternak terletak berhadapan dengan halaman depan seberang rumah.

masyarakat biasanya memilki satu kandang dalam setiap rumah, ternaknya pun juga ada berbagai macam hewan peiharaan, kandang ada kerbau, sapi, kambing, dan ayam.

Proses Terbentuknya Permukiman Tanean Lanjhang

Permukiman tradisional Madura ini bisa terbentuk dari di awali dengan sebuah induk rumah yang disebut dengan Tonghuh.

Tonghuh ini adalah sebuah rumah induk sikal bakal atau leluhur suatu keluarga, Tonghuh ini sendiri delengkapi dengan ruang utama, langgar kandang dan dapur.

Proses terbentuknya mulai dari suatu keluarga yang memiliki anak dan baru berumah tanga, khususnya anak perempuan, maka orang tua harus membuat rumah dan di mulai letaknya dari sebelah Timur.

Demikian pula dengan generasi selanjutnya dan akan terbentuk koren sampai Tanean Lanjhang, susunan nya terus berkembang dari masa ke masa.

generasi terpanjang dapat dilihat sampai dengan 5 generasi di Tanean Lanjhang.

Komponen Penyusun Ruang Tanean Lanjhang

rumah adat suku madura
salingamanah.com

Secara umum, rumah adat Tanean Lanjhang disusun oleh beberapa komponen utama. Komponen-komponen ruang rumah Jawa Timur ini memiliki fungsi-fungsi yang spesiifik, di antaranya:

  1. Langghar berbentuk persegi panjang yang memanjang ke belakang dengan ukuran 23,1 m. Di dalamnya terdapat perlengkapan alat sholat dan sarana pendukung lainnya, seperti tikar, sajadah, mukena, dan pengeras suara. Keberadaan langgar menunjukan bahwa  masyarakat Madura adalah masyarakat yang religius.
  2. Tanean atau halaman berbentuk persegi panjang yang membujur dari Barat ke Timur dengan panjang 90 m. Tanean biasa digunakan untuk tempat bermain anak-anak, tempat menjemur hasil pertanian jika musim panen, dan tempat dilangsungkannya acara keluarga.
  3. Kandang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 6,6 x 5,9 m.
  4. Rumah berbentuk panjang yang memanjang ke samping dengan ukuran 6,6 x 11 m
  5. Dapur berbentuk persegi panjang yang memanjang ke belakang dengan ukuran 3,8 x 6,6 m. Setiap rumah dalam kompleks Tanean Lanjhang memiliki dapur. Di dalam dapur terdapat beragam keperluan masak, seperti lincak, peralatan masak dan rak piring.

Material Bangunan Rumah Adat Suku Madura

rumah adat suku madura
imujio.com

Rumah dibangun menggunakan beragam material. Ada yang berasal dari alam, ada juga yang dibeli di toko.

Untuk lantai rumah ini dapat ditemukan dengan alas tanah atau plesteran semen. Tinggi lantainya biasanya sekitar 40 cm dari tanah di sekitarnya.

Ketinggian ini untuk menghindari merembesnya air ke permukaan lantai dalam rumah saat terjadi hujan.

Dinding dan kerangka rumah terbuat dari kayu. kerangka dinding dari balok kayu, dinding dari papan, sementara kerangka atap dibuat dari bambu.

Untuk atapnya sendiri digunakan genteng tanah, daun nipah, atau daun alang-alang, tergantung kemampuan ekonomi pemiliknya.

Untu atap, dikenal beberapa desain yang biasa digunakan dalam rumah adat Jawa Timur ini, yaitu desain pancenan, jadrih, dan trompesan.

Pancenan memiliki hiasan berupa tanduk atau ekor ular pada bagian bumbungannya seperti rumah atau bangunan. China, jadrih memiliki 2 hubungan, sementara trompesan adalah atap dengan 3 patahan bagian.

Fakta Menarik Seputar Rumah Adat Madura

Rumah Adat Tanean Lanjhang ini merupakan permukiman tradisional masyarakat Pulau Garam yang letak rumahnya berkumpul dalam satu lingkungan yang pemilikmya masih terikat dalam satu sanak keluarga.

Rumah induk ini biasanya terdapat tanda di atapnya berupa hiasan 2 jengger ayam dan posisinya berhadapan seperti batu nisan pada sebuah keburan yang biasa kita lihat.

Konon hiasan model ini bertujuan untuk mengingatkan penghuni rumah tentang kematian, yang pasti setiap orang akan mengalami hal itu.

Keunikan Letak Rumah Adat Suku Madura

rumah adat suku madura
imujio.com

Tata letak nya yang teratur berjejer dan mempunyai satu rumah induk dan berada di tengah-tengah perumahan.

Letak antara satu rumah dengan rumah lainnya juga lumayan cukup dekat, umumnya hanya dibatas dengan pekarangan atau galengan.

Dan letak Tanean Lanjhang ini sangat dekat dengan lahan garapan, sungai atau mata air di daerah sekitarnya.

Rumah ini biasanya di tempati oleh tetua atau sesepuh di satu Lanean Lanjhang.

Sesepuh tempat ini di kenal dengan julukan kepala Somah, layaknya raja kecil, kepala solmah adalah yang menguasai semua kebijakan keluarga, terutama menyangkut masalah perkawinan yang akan dilakukan.

Barat sampai Timur merupakan arah yang menunjukan urutan tua sampai muda. Kekeluargaan di sini ikatannyamenjadi sangat kuat berkat sistem yang berlaku seperti itu.

Akan tetapi hubungan antar kerabat atau kelompok lain menjadi renggang karena letak permkiman yang terpisah dan menyebar.

Luasnya tanah Madura dan sedikitnya penduduk menjadi salah satu faktor renggangnya permukiman antara warga.

Pada bagian ujung Barat merupakan letak langgar, bagian Utara adalah kelompok rumah yang tersusun sesuai hierarki keluarga.

Sementara susunan Barat sampai Timur terletak berjejer mulai dari rumah orang tua, anak-anak, cucu hinga sampai cicit dari keturunan dari pihak perempuan.

Kelompok keluarga seperti itu disebut sebagian rumpun bambu atau koren, istilah ini sangat cocok karena satu koren berarti satu keluarga inti.

Keunikan Bagian-Bagian Rumah Adat Madura

Rumah adat Madura Tanean Lanjhang ini hanya memiliki satu pintu di depan, hal ini untuk memudahkan pemilik rumah mengontrol aktivitas keluar masuk anggota keluarganya.

Pada bagian pintu ini biasanya dihiasi ukiran-ukiran asli Madura pulau Garam, dengan warna hijau dan merah yang merupakan lambang perjuangan  pahlawan dan kesetiannya.

Dibanding dinding bagian depan biasanya ada sebuah gambar lukisan bunga, gambar lukisan ini menggambarkan keharmonisan keluarga.

Pada bagian dalam rumah berdiri 4 buah pilar yang dijadikan penyangga yang tampak kokoh dengan menggunakan kayu jati.

Nah pilar-pilar ini disebut dengan pilar pasarean, pilar ini terhubung satu dengan lainnya dan membentuk seperti bujur sangkar.

<PENUTUPAN>

Nah mungkin hanya itu, tentang rumah adat Suku Madura. Jika anda ingin bertanya atau berkomentar anda bisa langsung tulus di kolom bawah ini.

Dan jika anda ingin lebih mengetahui tentang rumah adat di Indonesia, anda langsung bisa klik website ini guratgarut. Semoga bermanfaat bagi anda.

TERIMA KASIH

2 Replies to “Rumah Adat Suku Madura”

Komen Lurr