Rumah Adat Suku Dayak

6 min read

Rumah adat suku dayak

Rumah Adat Suku Dayak – Dayak merupakan suku paling populer di Indonesia. Ini dikarenakan orang yang bersuku Dayak selalu memegang teguh budayanya.

Kalimantan dikenal dengan hutan tropis dan sumber daya alam terbanyak di Indonesia.

Sejak tahun 2012 lalu, Kalimantan dibagi menjadi lima provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Berbagai provinsi ini juga dikenal karena keragaman budayanya. Mulai dari kesenian, bahasa, kuliner hingga rumah adatnya.

Rumah Adat Suku Dayak Kalimantan

Dayak merupakan suku paling populer di Indonesia. Ini dikarenakan orang yang bersuku Dayak selalu memegang teguh budayanya. Contohnya seperti Rumah Adat Dayak yang ternyata memiliki banyak jenis. Maka dari itu, Sholehuddin.com akan mengenalkan kepada kalian semua tentang Rumah Adat Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Oke, simak dulu ya.

Rumah Betang, Kalimantan Tengah

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah Betang merupakan rumah adat khas yang dapat dijumpai di banyak tempat di banyak penjuru di Kalimantan.

Umumnya, rumah ini akan mudah ditemui di daerah hulu sungai yang menjadi pusat tempat tinggal suku Dayak. Suku Dayak Kalimantan sendiri menjadikan sungai sebagai jalur transportasi utama.

Mereka melakukan berbagai aktivitas kehidupan keseharian seperti pergi ke ladang yang umumnya berada jauh dari pemukiman mereka. Sungai juga menjadi tempat berdagang bagi para suku Dayak.

Bentuk dari rumah Betang ini sendiri sangat beragam. Ada bentuk rumah Betang yang panjangnya bisa mencapai 150 meter dengan lebar 30 meter.  Rumah Betang dibangun berbentuk panggung dengan tinggi antara tiga sampai lima meter dari permukaan tanah.

Ketinggian tersebut bertujuan untuk menghindari resiko banjir saat musim penghujan.  Bagi suku Dayak, rumah betang bukan sekadar bangunan tempat untuk tempat tinggal.

Rumah tersebut merupakan jantung dari sruktur sosial kehidupan dari suku Dayak. Nilai utama yang sangat ditonjolkan dari rumah Betang sendiri ialah nilai kebersamaan antar penghuninya. Terlepas dari berbagai perbedaan apapun yang mereka miliki. Suku Dayak sangat menghargai perbedaan suku, ras, agama, serta latar belakang sosial.

Rumah Panjang, Kalimantan Barat

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah adat dari Kalimantan Barat ini memiliki lebih dari 50 ruangan dengan banyak dapur. Rumah ini juga dihuni oleh banyak anggota keluarga, termasuk juga keluarga inti.

Bahkan ada rumah panjang yang terdiri dari 54 bilik beranggotakan banyak keluarga di dalamnya. Rumah ini umumnya dibangun di atas sebuah tinggi dengan tinggi lima hingga delapan meter layaknya panggung.

Ada yang panjang totalnya mencapai 186 meter dengan lebar 6 meter. Untuk masuk ke dalam rumah ini, kamu harus melewati anak tangga yang disebut tangka.

Rumah Lamin, Kalimantan Timur

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah Lamin juga merupakan rumah adat suku Dayak, terutama yang berada di Kalimantan Timur. Kata ‘rumah lamin’ itu sendiri memiliki makna ‘rumah panjang’ bagi kita semua.

Sebab, rumah ini memang digunakan secara bersama oleh banyak keluarga yang tergabung dalam satu keluarga besar. Rumah adat ini berbentuk panggung dengan tinggi kolong hingga 3 meter. Tiang rumah terdiri dari dua bagian yang mempunyai fungsinya masing-masing.

Bagian pertama berfungsi untuk menyangga rumah dari bawah hingga atap. Sedangkan bagian kedua merupakan tiang kecil untuk mendukung balok-balok lantai panggung.

Kedua tiang tersebut berada di bagian kolong yang kadang diukir dengan bentuk patung-patung yang bertujuan untuk mengusir gangguan roh jahat. Ukuran rumah Lamin umumnya mempunyai lebar 25 meter dengan panjang bisa mencapai 200 meter.

Tak heran kalau rumah ini memiliki beberapa pintu masuk yang terhubung dengan tangga. Pintu masuk rumah ini terdapat di bagian sisi yang memanjang. Sementara bagian dalam rumah, terdapat dua bagian, yakni bagian memanjang di sisi depan dan sisi belakang.

Sisi depan berupa ruangan terbuka yang digunakan untuk menerima tamu, upacara adat, serta untuk tempat berkumpul anggota keluarga. Bagian belakang terbagi menjadi kamar-kamar yang bisa dihuni oleh lima keluarga.

Rumah Lamin umumnya dihias denga berbagai ornamen serta dekorasi yang memiliki arti filosofis khas suku Dayak. Warna yang dipakai pada rumah Lamin juga memiliki arti tersendiri.

Kuning melambangkan kewibawaan, merah melambangkan keberanian, biru melambangkan loyalitas, dan putih melambankan kebersihan jiwa. Kamu akan menemukan tonggak-tonggak kayu yang diukir berupa patung.

Sementara, tiang terbesar dan tertinggi yang berada di tengah-tengah disebut ‘sambang lawing’. Tiang ini digunakan untuk mengikat hewan korban yang digunakan dalam upacara adat suku Dayak.

Rumah Banjar, Kalimantan Selatan

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah adat khas suku Banjar biasa disebut dengan Rumah Banjar Bubungan Tinggi. Dinamakan seperti itu sebab bagian atapnya yang lancip bersudut 45 derajat.

Bangunan rumah adat Banjar ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 yakni saat daerah Banjar berada di bawah kekuasaan Pangeran Samudera. Pangeran Samudera sendiri merupakan raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam.

Ia lalu mengubah namanya menjadi Sultan Suriansyah dengan gelar Panembahan Batu Habang. Mulanya bangunan rumah adat ini memiliki konstruksi berbentuk segi empat memanjang ke depan. Namun, bentuk tersebut kemudian ditambah di samping kiri dan kanan.

Serta, bagian belakang ditambah dengan sebuah ruangan yang memiliki panjang sama. Bangunan tambahan di bagian kiri dan kanan tersebut disebut sebagai anjung.

Oleh karena itu, bangunan rumah adat Banjar tersebut populer dengan nama Rumah Ba-anjung. Bangunan rumah lain yang juga menyertai rumah ba’anjung disebut Palimasan emas dan perak. Umumnya, rumah ini dijadikan sebagai tempat menyimpan harta kekayaan kesultanan.

Rumah Baloy, Kalimantan Utara

rumah-baloy
sholehuddin.com

Rumah Baloy mempunyai desain panggung yang terdiri dari kayu ulin secara keseluruhan. Kayu ulin merupakan kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat struktur seratnya. Kayu ini juga merupakan bahan baku utama dalam pembuatan rumah adat Kalimantan yang lain.

Rumah ini biasanya memiliki ukiran-ukiran khas yang menggambarkan kearifan lokal khas daerah pesisir. Pengaturan arah rumah Baloy tergolong unik, di mana hunian biasanya akan menghadap ke utara dengan pintu utama menghadap ke arah selatan.

Rumah Baloy merupakan rumah adat suku Tidung yakni sub suku Dayak sehingga memiliki rumah yang juga mirip dengan rumah Lamin. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa rumah adat Baloy merupakan pengembangan dari rumah Lamin.

Rumah Adat Kalimantan

Rumah Bubungan Tinggi

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah adat ini adalah rumah khas suku Banjar yang sebagian besar mendiami wilayah Kalimantan Selatan. Rumah bubungan tinggi terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Kayu ini terkenal sangat kuat. Kayu ini dapat bertahan sampai dengan ratusan tahun dan antirayap.

Rumah Gajah Baliku

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah ini juga termasuk rumah tradisional suku Banjar. Pada masa Kesultanan Banjar, rumah ini merupakan tempat tinggal para saudara sultan bentuk fisiknya mirip dengan rumah bubungan tinggi.

Perbedaan antara rumah bubungan tinggi dan rumah ini terletak pada ruang tamu kedua jenis rumah. Pertama, pada ruang tamu rumah bubungan tinggi, lantainya berjenjang, sedangkan pada rumah ini lantainya tidak berjenjang.

Perbedaan kedua, pada rumah bubungan tinggi, atap ruang tamu tidak memakai kuda-kuda, sedangkan rumah gajah baliku memakai kuda-kuda.

Rumah Palimasan

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah ini masih termasuk rumah tradisional suku Banjar, Kalimantan Selatan. Bahan dasarnya adalah kayu ulin yang lebih besar.

Salah satu ciri utama rumah ini adalah semua bagian atap sirapnya menggunakan atap model perisai. Penggunaan atap model ini membentuk atap berwujud limas. Karena itulah, rumah ini dinamakan rumah palimasan.

Rumah Balai Bini

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah tradisional Kalimantan yang berasal dari suku Banjar ini pada masa Kesultanan Banjar didiami oleh para putri sultan atau warga sultan dari pihak perempuan.

Bangunan induknya yang segi empat memanjang memakai atap model perisai. Bentuk bangunan induk ini biasanya dinamakan rumah gajah. Atap rumah yang menyerupai perisai ini bermakna perlindungan terhadap wanita.

Rumah Tadah Alas

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah ini juga termasuk salah satu rumah tradisional suku Banjar. Disebut tadah alas karena ada satu lapis atap perisai sebagai kanopi di bagian paling depan. Atap perisai inilah yang disebut tadah alas.

Rumah ini berbahan dasar kayu ulin. Bangunan induknya juga berbentuk segi empat memanjang. Bagian depannya beratap perisai. .

Rumah Gajah Manyusu

Rumah-Gajah-Manyusu
sholehuddin.com

Rumah gajah manyusu adalah sebuah nama kolektif. Nama kolektif ini untuk menyebut semua bentuk rumah tradisional suku Banjar yang bangunan induknya beratap perisai buntung.

Pada zaman dulu, bahan dasar rumah ini memakai kayu ulin, baik tiang penyangga, lantai, dinding, maupun atapnya. Warna dasarnya sesuai warna kayu ini.

Setelah mengenal cat, sebagian rumah ini ada yang dicat sesuai dengan selera pemiliknya, misalnya, warna coklat.

Rumah Balai Laki

Tadah_Alas_Sungai_Jingah_Banjarmasin
sholehuddin.com

Rumah adat Kalimantan ini oleh suku Banjar dihuni para penggawa mantri dan para prajurit pengawal keamanan Kesultanan Banjar.

Bentuk atap bangunan depan atau induknya memakai bubungan atap yang menyerupai pelana kuda. Atap ini disebut atap pelana. Bahannya sirap yang berupa kepingan papan tipis-tipis dari kayu ulin.

Rumah Palimbangan

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Pada masa Kesultanan Banjar, rumah tradisional suku Banjar ini adalah hunian para tokoh agama Islam dan para alim ulamanya.

Rumah ini mengandung makna kuatnya agama Islam dan penghormatan terhadap ulama di Kesultanan Banjar. Bangunan ini bahan utamanya adalah kayu ulin.

Bentuk atap bangunan depan atau induknya juga memakai bubungan atap pelana. Rumah jenis ini kebanyakannya tidak menggunakan ruang samping atau anjung.

Rumah Cacak Burung

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah ini juga termasuk rumah tradisional suku Banjar. Rumah jenis ini adalah hunian rakyat biasa. Bangunan induknya memanjang dengan beratap pelana.

Pada kedua atap, yakni atap pelana dan atap limas membentuk tanda tambah (+). Tanda ini merupakan simbol bentuk cacak burung. Simbol ini adalah tanda magis penolak bala. Bentuk tanda tambah (+) inilah yang menyebabkan rumah ini disebut rumah cacak burung.

Rumah Lanting

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah adat Kalimantan satu ini merupakan rumah rakit tradisional suku Banjar. Bangunan rumah ini mengapung di atas air, yakni di sungai atau di rawa dengan pondasi rakit.

Bagian pondasi terdiri atas susunan batang-batang pohon besar. Biasanya ada tiga batang pohon besar yang dipakai sebagai pondasinya. Rumah ini selalu oleng dimainkan gelombang yang dihasilkan kapal yang melintas di sekitarnya.

Rumah Joglo Gudang atau Rumah Joglo Banjar

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Pemakaian kata joglo pada nama rumah ini karena bangunannya menyerupai rumah joglo khas suku Jawa.

Adapun alasan pemakaian kata gudang karena bagian kolongnya digunakan sebagai gudang menyimpan hasil hutan, karet, dan lainnya yang merupakan komoditas zaman dulu.

Rumah ini juga termasuk rumah tradisional suku Banjar. Bangunannya beratap limas dengan disambung atap sindang langit pada bagian depannya. Atap bagian depannya ini tanpa plafon.

Rumah Bangun Gudang

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah ini termasuk rumah tradisional suku Banjar. Atapnya berbentuk perisai atau atap gajah. Beranda tempat bersantai tergolong kecil karena bagian kanan dan kirinya diubah menjadi dinding depan. Beranda yang kecil ini bermakna bermakna kerja keras atau tidak bermalas-malasan.

Rumah Panjang

Rumah adat suku dayak
sholehuddin.com

Rumah panjang merupakan rumah khas suku Dayak. Disebut rumah panjang karena rumah ini bentuknya memanjang. Panjang rumah ada yang mencapai 300 meter.

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Website Sholehuddin.com

 

Komen Lurr