Rumah Adat Betawi

6 min read

rumah adat betawi

Rumah Adat Betawi – Saat mendengar kata Jakarta, hal pertama yang terlintas di pikiran kita biasanya adalah kota besar dengan gedung-gedung tinggi, rumah-rumah modern, hingga kepadatan lalu lintas.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa Jakarta didominasi oleh suku Betawi dengan ragam kebudayaan seperti provinsi lainnya.

Misal, seperti rumah adat yang memiliki makna-makna filosofis yang berkaitan erat dengan sejarah dan kehidupan.  Sayangnya, rumah adat Betawi sudah jarang terlihat di Jakarta karena tren atau pengaruh dari budaya luar.

Sebab itu, kita sebagai penerus bangsa harus terus melestarikan kebudayaan dan adat istiadat daerah tempat kita tinggal.

Disebut sebagai rumah Kebaya, karena bentuk atapnya menyerupai pelana yang berlipat dan jika dilihat dari samping maka lipatan-lipatan terlihat seperti kebaya.

Rumah Kebaya dibuat dengan bahan utama dari kayu dan bilik bambu. Rumah Kebaya biasanya dibuat melebar untuk memaksimalkan lebar tanah, sehingga masih ada halaman depan yang cukup luas.

Dikutip dari buku Arsitektur Tradisional (1986) karya Zohra Mahmud, ‎Lola Radjulaeni, dan ‎Aris Sahido, rumah Kebaya memiliki beberapa pasang atap, yang apabila dilihat dari samping tampak berlipat-lipat seperti kebaya.

Kalau dilihat dari depan bagian atap rumah kebaya bentuknya memanjang. Bentuk atapnya segitiga. Ciri khas rumah Kebaya adalah adanya langkan, yaitu bagian rumah yang berpagar rendah dan berfungsi sebagai serambi rumah.

Sejarah Rumah Adat Suku Betawi

Nah, sebelum membahas sejarah rumah adat Betawi, ada baiknya jika Anda mengetahui sejarah keberadaan masyarakat Betawi terlebih dahulu.

Hal ini karena erat kaitannya dengan asal usul rumah betawi. Betawi sendiri berasal dari kata Batavia yang merupakan sebutan atau nama Jakarta pada zaman dahulu.

Betawi sendiri merupakan salah satu etnis di Indonesia yang keberadaannya baru muncul setelah sensus penduduk pada saat kolonial Belanda tahun 1930.

Etnis betawi sendiri didefinisikan sebagai masyarakat yang mendiami atau bertempat tinggal di Jakarta. Asal usul dari etnis betawi sebenarnya gabungan dari berbagai suku di penjuru Indonesia, seperti Jawa, Sunda, Bali, Makassar yang dahulu di datangkan oleh pemerintah Belanda.  Hasil pernikahan antar suku yang mendiami Jakarta inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal masyarakat Betawi.

Rumah adat betawi sendiri merupakan akulturasi budaya dari masyarakat yang pernah mendiami wilayah Jakarta. Pengaruh tersebut berasal dari budaya lokal dan internasional.

Pengaruh budaya lokal sendiri meliputi dari budaya Jawa dan Sunda. Pengaruh ini terlihat dari bentuk rumah khas Betawi yang mirip rumah Joglo dari Jawa dan rumah panggung dari Sunda.

Selain itu, pengaruh internasional seperti Cina, Eropa dan Arab yang terlihat dari ornamen-ornamen pembentuk rumah seperti ornamen pada pintu dan jendela.

Nama Rumah Adat Betawi

Rumah adat Betawi dibangun dengan ornamen-ornamen yang memiliki makna filosofis. Rumah adat Betawi sendiri biasa dikenal dengan nama rumah kebaya.

Penasaran apa saja? Ini dia macam-macam rumah adat betawi beserta penjelasannya:

Rumah Kebaya

rumah adat betawi
sholehuddin.com

Rumah kebaya adalah rumah adat Betawi yang resmi diakui dan terinspirasi dari kebaya. Sebab rumah adat ini memiliki bentuk atap yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya.

Rumah kebaya juga identik dengan teras yang luas dan terdapat bangku meja kursi. Artinya, orang betawi akan terbuka dan menghargai siapapun yang datang. Gigi balang dan banji merupakan ornamen identitas dari rumah adat satu ini.

Gigi balang adalah papan berbentuk segitiga yang terlihat seperti gigi belalang, merupakan simbol bahwa suku Betawi menjunjung tinggi kejujuran dan kerja keras.

Sementara banji memiliki bentuk seperti bunga matahari, yang berarti sumber kehidupan dan terang bagi penghuni sekitarnya.

Terdapat are pribadi di bagian belakang, seperti ruang makan, kamar tidur, dapur, dan pekarangan rumah yang hanya boleh dilihat oleh orang-orang terdekat dari pemilik rumah.

Kamar tamu pada rumah Kebaya disebut paseban yang didesain indah untuk menghormati tamu yang menginap.

Bagian Rumah Kebaya

Susunan ruangan rumah Kebaya memiliki ciri khas. Rumah Kebaya memiliki ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Ruang depan sering disebut serambi depan, karena keadaannya terbuka.

Ruang tengah sering disebut ruang dalam yang terdiri dari kamar tidur, kamar makan, dan pendaringan. Sementara ruang belakang dipergunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat pertanian dan kayu bakar.

Pengertian kamar tidur dalam rumah Betawi tidak selalu berati suatu ruang yang tertutup dinding, namun ada juga kamar tidur yang tidak dibatasi dinding.

Kamar tersebut dibiarkan terbuka bahkan kadangkala bercampur dengan ruang lain seperti ruang makan. Kamar tidur terdepan biasanya diperuntukkan bagi anak gadis.

Kamar tidur tersebut biasanya berbatasan dengan ruang depan tempat menerima tamu dan memiliki jendela. Jendela tersebut disebut juga dengan jendela bujang. Pada jendela bujang terdapat celah, sehingga sang gadis memiliki kesempatan untuk bercakap-cakap dari kamarnya dengan calon suami yang berada di ruang depan.

Sementara, anak laki-laki tidak memiliki kamar khusus. Mereka tidur di balai-balai serambi depan rumah atau di masjid. Dari segi tata letak dan fungsi ruangannya, pola yang dimiliki oleh rumah tradisional Betawi cenderung bersifat simetris walaupun tidak mutlak simetris.

Hal ini dapat dilihat dari letak pintu masuk halaman ke ruang depan, ke ruang tengah dan ke ruang belakang. Letak jendela membentuk garis sumbu abstrak dari depan ke belakang.

Ragam Hias Rumah Kebaya

Pada rumah masyarakat Betawi memiliki berbagai ragam hias. Jika diperhatikan ragam hias yang diwujudkan dalam sentuhan dekoratif tersebut terdapat pada konstruksi seperti sekor, siku penanggap, dan tiang.

Ragam hias tersebut mendapat pengaruh dari berbagai arsitektur kebudayaan lain, seperti konstruksi Tou-kung yang diadaptasi dari arsitektur China untuk sikut penanggap.

Bagian ujung bawah dan ujung atas tiang bangunan yang diberi sentuhan dekorasi. Selain itu juga terdapat unsur adaptasi dari Eropa bila dilihat dari segi penggunaan bahan sekor besi cor yang bersifat dekorasi.

Struktur bangunan rumah Kebaya

Dikutip dari buku Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia (2017) karya Faris Al Faisal, pondasi rumah Kebaya dari susunan batu alam yang dibentuk menyerupai umpak. Pondasi tersebut menyangga tiang-tiang rumah yang mengokohtegakkan berdirinya bangunan.

Bagian atap umumnya terbuat dari material genteng tanah atau anyaman daun kirai, dibentuk seperti pelana dengan kemiringan bagian depan yang sangat rendah.

Pendopo atau teras dibuat cukup luas dilengkapi meja kursi. Pada bagian teras dan luar rumah dipisahkan dengan susunan pagar kayu yang dibuat berbentuk segitiga simetris.

Konstruksi gording dan kuda-kuda terbuat dari material kayu gowok dan kayu kecapi, sedangkan balok tepi terbuat dari kayu nangka. Kaso dan reng yang digunakan sebagai dudukan atap terbuat dari bambu tali.

Kaso berupa bambu utuh, sedangkan reng berupa bambu yang dibelah Pada dinding terbuat dari material kayu nangka yang dicat menggunakan warna cerah, seperti kuning atau hijau.

Rumah Panggung Betawi

rumah adat betawi
sholehuddin.com

Rumah panggung biasa ditemukan di daerah pesisir pantai dan dibuat mengikuti kondisi lingkungan sekitar. Rumah adat Betawi ini berbentuk seperti rumah panggung yang di bawahnya terdapat banyak tiang kayu.

Materi bangunan yang digunakan sebagian besar dari materi kayu. Seperti penyangga rumah yang dibangun dengan tiang kayu setinggi 1 – 1,5 meter dari tanah. Rumah Panggung memiliki ornamen-ornamen khas Betawi yang sederhana dan unik.

Ornamen tersebut berbentuk ukiran seperti belah ketupat, segi empat, hingga lingkaran yang dapat ditemukan pada pintu rumah, jendela rumah, dan bagian rumah lainnya.

Pada rumah adat satu ini terdapat Balaksuji, yakni tangga untuk naik ke rumah. Maknanya adalah sebagai penghalang masuknya bala bencana ke dalam rumah, serta digunakan sebagai media penyucian diri sebelum masuk ke dalam rumah.

Rumah Panggung di daerah pesisir banyak yang berkolong tinggi dengan tujuan menyiasati potensi banjir. Salah satu ciri khas rumah Panggung Betawi adalah Balaksuji, yaitu tangga di depan rumah yang diyakini dapat menolak bala. Selain itu, Balaksuji merupakan media untuk penyucian diri sebelum masuk ke dalam rumah.

Secara garis besar, struktur dan bentuk rumah adat Betawi dapat dibagi menjadi empat jenis di atas. Biasanya rumah Betawi berstruktur rangka kayu, walaupun di beberapa tempat bambu juga digunakan untuk bahan struktur bangunan rumah tinggal.

Umumnya, rumah adat Betawi beralaskan tanah yang diberi lantai tegel atau semen. Lalu pada struktur atap, unsurnya yang bervariasi disebabkan dari pengaruh arsitektur luar yang bermacam-macam.

Rumah Joglo Betawi

rumah adat betawi
sholehuddin.com

Sekilas rumah Joglo terlihat serupa dengan rumah Kebaya, namun jika dilihat secara seksama keduanya sangat berbeda.

Perbedaan dapat terlihat dari bagian atap rumah, dimana rumah Joglo tidak memiliki atap yang menyerupai pelana layaknya lipatan, tetapi menyerupai seperti perahu terbalik.

Meski memiliki nama yang sama dengan rumah adat Jawa Tengah, namun keduanya tentu sangat berbeda. Pada rumah adat Betawi Joglo tidak memiliki tiang penyangga seperti rumah adat Jawa Tengah.

Rumah ini terbagi menjadi tiga bagian ruangan, yakni ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang.

Fungsi ruang depan untuk menerima tamu, ruang tengah sebagai area pribadi, dan ruang belakang dipergunakan sebagai kamar mandi dan dapur.

Rumah adat Betawi ini memiliki nilai filosofis khusus yang biasanya hanya dimiliki oleh keluarga dengan status sosial yang tinggi, karena memiliki unsur lengkap sebuah hunian tempat tinggal. Letak rumah Joglo ini biasanya di wilayah perkotaan.

Uniknya, sistem kuda-kuda di rumah Joglo khas Betawi jenisnya adalah kuda-kuda timur. Ciri khas kuda-kuda ini tidak seperti batang diagonal yang dikenalkan Belanda. Hal ini jugalah yang membedakan rumah Joglo dengan rumah Gudang.

Rumah Joglo tidak memiliki pintu belakang dan kamar-kamar. Setiap bagian rumah Joglo memiliki fungsi tersendiri. Serambi belakang untuk menerima tamu perempuan, sementara serambi depan untuk menerima tamu laki-laki.

Pada rumah Joglo, pintu masuk ada di samping rumah. Kemudian, ruang depan dan ruang utama beratapkan Joglo yang secara keseluruhan berbentuk bujur sangkar.

Rumah Gudang

rumah adat betawi
sholehuddin.com

Rumah adat Betawi jenis ini memiliki bentuk segi empat memanjang dari depan ke belakang. Atap rumahnya biasa berbentuk pelana, namun ada juga yang bentuk perisai. Kedua jenis atap itu sama-sama terdiri dari rangka kuda-kuda dengan penambahan satu elemen atap yang disebut Jure atau Jurai.

Struktur kuda-kuda di rumah Gudang bersistem cukup kompleks. Alasannya, karena terdapat 2 buah batang tekan miring yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang disebut Ander. Sistem seperti ini tidak ada pada rumah-rumah tradisional lainnya di Indonesia.

Maka, dapat dipastikan bahwa bangunan-bangunan yang dahulu dibangun di Jakarta telah mengetahui sistem ini dari Belanda. Lalu pada bagian depan rumah Gudang, ada sepenggal atap miring yang disebut juga Topi, Dak, atau Markis. Fungsinya adalah menahan cahaya matahari atau tempias hujan pada ruang hujan yang selalu terbuka.

Tata letak rumah ini terdiri dari ruang depan (serambi depan), ruang tengah (ruang dalam), dan ruang belakang. Dulu, ruang depan berisi balai-balai, namun sekarang umumnya berisi kursi dan meja tamu.

Ruang tengah berisi kamar tidur, kamar makan, dan pendaringan untuk menyimpan barang seperti benih padi dan beras. Kamar tidur ada yang tertutup, ada juga yang terbuka atau tanpa dinding pembatas.

Kamar depan biasanya untuk anak perempuan pemilik rumah, sementara anak laki-laki umumnya di balai-balai serambi depan. Lalu, ruang belakang digunakan untuk memasak dan menyimpan alat pertanian seperti kayu bakar.

Zaman dahulu, rumah Gudang adalah salah satu jenis rumah adat Betawi yang banyak terdapat di pedalaman. Rumah ini tampak asli dan belum mendapat pengaruh budaya luar karena lokasinya yang terpencil.

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Website Sholehuddin.com

Komen Lurr