Pengertian Pantun

8 min read

Pengertian Pantun- Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih terkenal sampai sekarang. Kawan-kawan pasti pernah mendengar pantun tidak hanya di dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan juga di acara-acara hiburan adat sampai hiburan komedi di stasiun televisi. Karena berbagai hal ini, tidak ada alasan untuk enggan untuk mempelajari pengertian pantun dan jenis-jenisnya.

Sejarah Pantun

sejarah pantun
sholehuddin.com

Pantun merupakan bentuk sastra lisan yang mulai dibukukan sejak pertama kali oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau.

Haji Ibrahim adalah sastrawan yang hidup masa dengan Raja Ali Haji. Pada saat itu terciptalah antologi pantun yang pertama kali mempunyai judul perhimpunan pantun-pantun melayu.

Pantun itu sendiri mulai terkenal di kalangan masyarakat melayu. Sezaman dengan syair seperti syair Ken Tambunan, dimana dulu kalau membaca pantun dinyanyikan seperti puisi.

Akhirnya puisi jenis pantun ini menjadi salah satu budaya orang melayu sampai sekarang yang perlu di lestarikan.

Pantun ini selain enak didengar juga indah, yang mempunyai suatu makna. Sastra lisan yang terkandung didalamnya bisa untuk bahan bercanda.

Pengertian Pantun

pengertian pantun
sholehuddin.com

Apa itu pantun? Pantun adalah salah satu jenis puisi yang lama dalam Bahasa Indonesia yang dikenal luas dan digunakan dalam beragam bahasa Nusantara.

Pendapat lain mengatakan pantun adalah jenis puisi yang lama dan terdiri dari dua bagian penting yaitu sampiran dan isi, sampiran terletak di barisan pertama dan kedua, sedangkan isi pantun terletak pada bagian ke tiga dan keempat.

Pantun terdiri dari 4 lirik, setiap lirik terdiri dari 8-12 suku kata, dan memiliki irama silang (a-b-a-b), mempunyai irama yang indah dan bermakna penting.

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

pengertian pantun menurut ahli
sholehuddin.com

 

Agar kalian tahu pengertian pantun, mari simak di bawah ini pengertian pantun menurut para ahli.

1. Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya

Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya, pantun adalah jenis puisi melayu yang terdiri dari empat lirik dan bersajak  a-b-a-b, lirik pertama dan kedua merupakan sampiran, dan lirik ketiga dan empat merupakan isi dari pantun.

2. Sutan Takdir Alisyahbana

Menurut sultan Takdir Alisyahbana. Pantun adalah puisi yang lama dikenal oleh masyarakat Indonesia dulu. Pantun terdiri dari 4 lirik, setiap larik ada terdiri dari 4-6 kata, baris kesatu dan kedua termasuk sampiran dan garis ketiga dan keempat adalah isi.

3. Herman J. Waluyo

Menurut Herman J. Waluyo, pantun adalah puisi melayu asli yang telah menyebar di seluruh masyarakat Indonesia.

4. RO Winsted

Menurut R. O. Winseted, pantun tidaklah sebatas suatu kalimat yang mempunyai irama, namun pantun adalah sebuaha rangkaian kata yang indah untuk melukiskan kata romantis, kasih sayang dan rindu.

5. Edi Warsidi dan Farika

Menurut Edi Warsidi dan Farika, pantun adalah bentuk puisi lama yang di kenal oleh nusantara, dalam bahasa Jawa, pantun disebut parikan, dalam bahasa Sunda pantun disebut paparikan.

6. Hidyat Nur Wahidi

Menurut Hidayat Nur Wahidi, pantun merupakan salah satu jenis salah satu puisi melayu yang sudah lama dikenal oleh warga negara Indonesia.

Ciri-Ciri Pantun

ciri-ciri pantun
sholehuddin.com

Pantun memiliki ciri khusus berbeda dengan puisi. Adapun ciri-ciri pantun berikut ini:

  1. Memiliki bait: bait di dalam pantun terdiri dari dari 4 baris dan setiap bait dalam pantun terdiri dari 4 baris kata, yang terdiri dari sampiran dan pantun.
  2. Satu baris pantun terdiri dari 8 sampai 12 suku kata: pembatasan kata di dalam pantun karena awalnya pantun hanya sekedar karya lisan, sehingga di buat singkat agar mudah di ucapkan.
  3. Sampiran dan isi pantun: baris di dalam pantun yang pertama dan kedua adalah sampiran dan baris ketiga dan keempat isi.
  4. Memiliki sajak/rima: pantun memiliki rima dengan pola a-b-a-b atau a-a-a-a. Pengertian rima adalah kesamaan bunyi di setiap akhir kata pada masing-masing liriknya.

Struktur Teks Pantun

struktur teks pantun
sholehuddin.com

Setiap pantun tersusun oleh struktur penting sehingga membentuknya secara utuh. Ada struktur teks pantun di bawah ini:

  1. Sampiran pamtun: di bagian sampiran ini baris antara pertama dan kedua. Terkadang barisan sampiran ini tidak terhubung dengan isi pantun.
  2. Isi pantun: di bagian isi pantun ini terletak pada barisan keempat dan ketiga. Bagian ini termasuk isi dari pantun atau tujuan pantun.

Unsur Pantun

unsur pantun
sholehuddin.com

Pantun memiliki 2 unsur pantun:

1. Unsur Intrinsik

Unsur ini adalah, unsur yang berasal dari struktur pantun itu sendiri. Unsur intrinsik ini terdiri dari tokoh, amanat, tema, latar tempat dan waktu, alur atau plot, dan lainnya.

Unsur yang paling penting memiliki poin adalah amanat atau pesan yang ingin di sampaikan.

Dalam sebuah pantun terkadang penciptanya membuat kata dengan sembarang, namun memiliki akhiran atau rima yang sama.

Berbeda dengan puisi biasa yang memiliki kalimat yang indah dan isi dari pesan bisa berkesimbungan.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ini berasal dari luar struktur pantun. Unsur ekstrinsik ini dapat di katakan sebagai latar belakang atau keadaan tertentu yang mendasari perbuatan pantun.

Unsur ekstrinsik adalah sebuah karya dengan latar belakang pengarang, keadaan atau kondisi dari negara atau lingkungan ketika karya tersebut sedang dibuat.

Unsur ini sangat penting untuk menentukan isi pantun. Unsur ini diperlukan untuk mendukung unsur ekstrinsik yang merupakan unsur struktur itu sendiri.

Unsur ini di dalam satu pantun dapat berupa adat, norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, serta biografi dan latar belakang pembuat pantun.

Unsur ini dapat digunakan untuk mengarahkan gaya bahasa yang terdapat di pantun.

Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

kaidah kebahasaan teks pantun
sholehuddin.com

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks pantun sangat berbeda dengan teks anekdot, di bawah ini ciri-ciri kebahasaan:

1. Diksi

Pilihan kata yang tepat serta cocok dalam penggunanya, dalam menyampaikan sebuah gagasan sehingga di peroleh dampak seperti apa yang di harapkan.

Pantun yang biasanya untuk berkomunikasi biasanya menggambarkan manusia pada masanya (zaman pantun tersebut di ciptakan), tentu saja terlihat pada diksi yang digunakan.

Contohnya yang digunakan pada zaman tradisional, sering mengunakan diksi yang bertentangan alam atau masyarakat saat itu.

Jika kalian perhatikan pantun yang lahir masa dahulu, maka akan di temukan kata arkasi yang sudah jarang ditemukan saat ini.

Di bawah ini kata arkasi yang sering muncul pada pantun tradisional.

blogspot.com

Akan tetapi, diksi yang digunakan berbeda dengan pantun modern. Kata yang digunakan sangat sering di hubungkan dengan kondisi masyarakat modern dengan berbagai sarana. Berikut ini simak beberapa bait pantun:

Mencari ikan di dalam lubuk,
ikan gabus banyak dinanti,
lubuk dalam tanah tertimbun.
Setiap hari bermain facebook,
bosan rasanya status berganti,
perkenankan hamba lantunkan talibun.

Jalan-jalan ke pasar unik,
membeli baju dan handphone baru.
Siapa gerangan wanita cantik,
yang tersenyum di hadapanku.

mikerbae.com

2.Bahasa kiasan

Di dalam pantun sangat sering ditemukan bahasa kiasan. Bahasa yang digunakan pelantun terkadang untuk menunjukan makna dengan secara tidak langsung.

Bahasa kiasan disini bisa berupa peribahasa atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan maksud pantun.

Ungkapan atau bentuk idiom adalah gabungan kata yang menimbulkan makna baru, yaitu makna khusus yang sehingga tidak dapat di artikan secara nyata. Contoh di bawah ini:

mikerbae.com

3. Imaji

Penggambaran yang diciptakan oleh sang pelantun dengan secara tidak langsung. Sehingga seolah-olah digambarkan di dalam teks pantun dapat dilihat dengan (imaji visual), didengar (imaji auditif), atau juga dirasa (imaji taktil).

Perhatikan sebait pantun berikut ini.
Jikalau gelap orang bertenun,
bukalah tingkap lebar-lebar.
Jikalau lenyap tukang pantun,
sunyi senyap bandar yang besar.

Imaji yang dilukiskan di atas adalah pantun imaji visual (melihat) dan imaji taktil (merasakan). Imaji visual dapat dilihat pada bagian awal.

Kalau pedada tidak berdaun (Imaji Visual)
Tandanya ulat memakan akar (Imaji Visual)
Kalau tak ada tukang pantun (Imaji Taktil)
Duduk  musyawarah terasa hambar (Imaji Taktil).

Asam kandis asam gelugur (Imaji Visual)
Ketiga asam si riang-riang  (Imaji Taktil)
Menangis mayat didalam kubur (Imaji taktil)
Teringat badan tidak sembahyang (Imaji Taktil).

Orang berkain menutup aurat (Imaji Visual)
Sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist (Imaji Taktil)
Orang muslim hidup beradat (Imaji Visual)
Perangai sopan muka pun manis (Imaji Visual).

4. Bunyi 

Bunyi ini umumnya muncul dari kiasan, imaji dan diksi yang diciptakan pada saat menyampaikan pantun. Di dalam bunyi kalian akan melihat unsur rima (rhyme) dan ritme (rhytm).

Rima merupakan unsur pengulangan pada bunyi pada pantun, sedangkan irama adalah turun naiknya suara secara berurutan.

Selain untuk memperindah bunyi pantun, bebunyian juga pelantun dan pendengar lebih mudah untuk mengingat.

Dalam menghasilkan sebuah teks pantun, harus memiliki kemahiran dalam memilih kata yang akan digunakan,yang indah rima akhir a-b-a-b.

Selain menghasilkan teks yang sepadan. Sebuah teks pantun yang di ucapkan pasti mempunyai makna. Berikut ini beberapa bait pantun:

mikerbae.com

Pemilihan dan susunan katanya di tempatkan seperti ini, sehingga kata dalam pantun tidak dapat diubah letaknya atau diganti dengan kata lain yang memiliki kata yang sama.

Jika kata itu diganti susunan katanya akan menimbulkan kekacauan bunyi. Setelah kalian memahami struktur teks pantun, kalian dapat menyusun larik-larik yang sengaja di acak untuk menjadi sebuah bait pantun yang tepat.

Tentukanlah mana yang merupakan sampiran dan mana yang merupakan isi.

mikerbae.com

Jenis-Jenis Pantun Beserta Contohnya

jenis-jenis pantun beserta contohnya
sholehuddin.com

Pantun juga di kelompokan menjadi beberapa jenis pantun. Seperti dibawah ini:

1. Pantun nasehat

Pantun nasehat ini berisi tentang himbauan dan anjuran atau pesan moral kepada seseorang.

Contoh:

Pergi memancing saat fajar
Pulang siang membawa ikan
Siapa yang rajin belajar
Jadi sukses di masa depan.

Keluar kapal, naik kapal
Warna kuning, warna merah
Jadi anak jangan nakal
Supaya guru guru tidak marah.

Ke pasar membeli ikan tuna
Bila dimasak sedap rasanya
Selagi orangtua masih ada
Jangan berlaku sia-sia.

2. Pantun Cinta

Pantun cinta ini berisi tentang kehidupan dalam cinta seseorang

Contoh:

Seribu satu pohon beringin
Hanya satu si pohon randu
Seribu malam terasa dingin
Hanya wajahmu yang aku rindu.

Kalau hati sudah buta
Budi baik amat langka
Kalau kamu memang cinta
Aku pasti kan menerima.

Laut yang indah pesona alam
Di atasnya membentang langit biru
Malam ini dingin mencekam
Gelisah aku rindu kepadamu.

3. Pantun Agama

Pantun agama adalah pantun yang berisi tentang nasehat dan pesan moral sesuai dengan agama-agama tertentu atau hubungan manusia dan pencipta.

Contoh:

Kain beludru robek pinggirnya
Karena kecantol paku berkarat
Nikmatilah hidup di dunia
Namun jangan lupa akhirat.

Minum obat agar sembuh
Semua obat pahit rasanya
Dua rekaat sebelum subuh
Lebih berharga dari seluruh dunia.

Bunga mawar bunga melati
Di tanam di pinggir sungai
Rajin-rajinlah mengaji
Kelak tuanya menjadi kyai.

4. Pantun Teka-Teki

Pantun teka-teki ini berisi tentang memberi pertanyaan atau menghibur orang lain.

Contoh:

Anak-anak bermain batu
Batu di lempar satu-persatu
Badannya lurus bermata satu
Ekornya tajam apakah itu?

Ada kuda yang berponi
Bertemu unta di gurun
Jika pintar tebaklah ini
Apakah yang naik tak bisa turun?

Jalan-jalan ke kota medan
Jangan lupa membeli baju
Kakiku empat tidak punya badan
Coba tebak siapa aku?

5. Pantun Jenaka

Humor lelucon adalah sebuah puisi yang bertujuan untuk menghibur orang yang membeli atau mendengar.

Contoh:

Dapat gelang di pekarangan
Namun gelang sudah karatan
Siapa buang sampah sembarangan
Tentu pacarnya orang utan.

Ke mana uang hendak dikejar
Jika seharian hanya tidur
Ku marahi agar adik belajar
Ketika di kamar malah minder.

Berrakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Gimana kita mau ke penghulu
Sekarang saja masih berteman.

6. Pantun Anak

Pantun anak adalah jenis pantun yang berhubungan dengan anak kecil dan bertujuan untuk membuat anak bahagia dan memberikan pendidikan bagi anak-anak.

Contoh:

Kupu-kupu hinggap di pucuk melati
Lalu terbang karena lapar
Setiap hari pagi bangun pagi
Sembahyang subuh lalu belajar.

Kacang kulit di makan gajah
Dilihat orang gajahnya malu
Sebelum kita pergi ke sekolah
Lebih baik sarapan dulu.

Jalan-jalan ke Cibubur
Jangan lupa beli kelapa
Sejak kecil berlatih jujur
Kelak dewasa akan terbiasa.

7. Pantun Kepahlawanan

Pantun ini berisi tentang semangat kepahlawanan.

Contoh:

Aku rindu kampung halaman
Tempat bercanda sanak saudara
Semangat juang Para pahlawan
Kita jaga untuk bangun bangsa.

Ibu tani membawa nampan
Nampan di bawa diisi roti
Ayo kawan ingat pahlawan
Jasa mereka sungguh berarti.

Apa guna kapuk di ladang
Kalau tidak berisi padi
Apa guna berambut panjang
Kalau tidak berani mati.

8. Pantun Romantis

Pantun ini berhubungan tentang kasih sayang antara laki dan perempuan, pantun ini merupakan cara bagaimana menyampaikan perasaan seseorang yang di sukai.

Contoh:

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi

Kalau ada umur yang panjang
Bolehlah kita jadian lagi.

Anak kecil main layang-layang
Putus benang di ujung belati
Setiap hari mabuk kepayang
Kalau tidak jumpa si jantung hati.

Rumput liar ada di atas tikar
Ditumbuhi si bunga mawar
Kalau rindu semakin mekar
Hanya fotomu Jadi penawar.

9. Pantun Dagang

Pantun dagang atau pantun nasib merupakan dari rangkaian kata-kata yang merefleksikan nasib atau keadaan seseorang.

Pantun ini biasanya dinyanyikan atau oleh orang-orang melayu atau orang perantauan, jika dia ingat dengan nasibnya atau ingat dengan kampung halamannya. Contoh pantun dagang atau nasib.

Contoh:

Tengkorak itik
Tengkorak  ayam
Dapat bini cantik
Tak tidur malam.

Tundung saji hanyut terapung
Hanyut terapung di sungai
Niat hati hendak pulang ke kampung
Apa daya tangan tak sampai.

Lebih baik memasak pari
Sudah terbukti banyak gizi
Lebih baik hidup sendiri
Menuju masa depan yang pasti.

10. Pantun Gombal

Pantun ini biasanya untuk gombalin pacar atau istri. Contoh di bawah ini.

Contoh:

Ikan emas di dalam kolam 
Kolam luas amatlah dalam 
Dari lubuk hati yang dalam
Ku ucapkan selamat malam.

Buah salak baru di petik
Buah duku buah delima
Ada banyak wanita cantik
Cuman kamu yang aku cinta.

Mau bikin kolak buah pisang
Jangan lupa santan dan gula
Buat kamu yang aku sayang
Selamat berbuka puasa.

11. Pantun Kemerdekaan

Pantun ini cocok untuk memperingati hari kemerdekaan dan cocok untuk disebarkan ke media sosial

Contoh:

Banyak semut di atas papan
Sedang makan gula-gula
Selamat menyambut hari kemerdekaan
Merdeka merdeka merdeka.

Gunung semeru tinggi menjulang
Gunung Merapi sungguh perkasa
Setelah ratusan tahun kita berjuang
Tujuh belas agustus empat lima kita merdeka.

Langkah tegap para tentara
Berbaris-baris di lapangan luas
Tujuh belas agustus hari merdeka
Mari rayakan dengan bekerja keras.

12. Pantun Remaja

Pantun ini mempunyai hubungan dengan masa muda, pantun anak muda ini mempunyai makan tentang perkenalan, rumah tangga, perasaan serta nasib.

Contoh:

Buah naga ada sembilan
Di makan tuju tinggal dua
Aku tak ingin pacar untuk sebulan
Aku ingin istri untuk selamanya.

Ujung badik setajam duri
Diasahnya menjelang petang
Tak perlu adik bersedih hati
Sebab abang sudah datang.

Makan rujak mangga berdua
Ditemani suara kicauan burung bangau
Meski aku menjadi yang kedua
Asalkan bersamamu aku mau.

Penutup

Demikian lah pengertian pantun beserta kaidah, jenis dan contoh pantun. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda. Jika ada salah temen Anda masih belum tau, apa itu pengertian pantun?

Maka jangan lupa untuk Anda jelaskan kepada teman Anda tersebut. Agar saling dia mengetahui apa yang dimaksud pengertian pantun.

Komen Lurr