Pengalaman Pertama Kalinya Mendaki Gunung Andong

4 min read

Hi selamat datang di sholehuddin.com. Kali ini saya akan bercerita tentang pertama kali mendaki gunung andong. Kan ada dua nih, nah, kali ini saya akan menulis pengalamannya yang pertama dulu ya.

Pendakian gunung memang sangat di gemari oleh berbagai kalangan anak muda jaman sekarang, apa lagi orang yang sering berpetualang.

Terkadang di akhir pekan, itu saatnya, gunung-gunung di Indonesia hampir selalu ramai, di penuhi oleh para pendaki.

Salah satu gunung favorit para pendaki atau pendaki pemula adalah Gunung Andong, dengan ketinggian tidak terlalu tinggi hanya 1.726 meter diatas permukaan laut [mdpl].

Gunung ini pasti menjadi tujuan para pendaki atau pendaki pemula, Gunung Andong tidak kalah indahnya dari gunung-gunung yang lain.

Gunung yang berada di perbatasan Salatiga, Kabupaten Semarang dan Magelang, ini memiliki dua jalur pendakian yang sering dilalui yaitu Pendem dan Sawit.

Tapi kalau saya sendiri lewatnya di jalur Sawit, dan saya tidak tau treknya jalur Pendem seperti apa.

Gunung Andong Via Sawit

sholehuddin.com

Dulu pertama kali ke andong, empat orang, saya, kakak laki-laki, perempuan dan teman kakak perempuan saya. Kami berangkat dari rumah naik kendaraan.

Saya dan kakak berangkat dari rumah jam 12:00, sampai disana 15:00, setelah kami memarkirkan kendaraan, setelah itu kami pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat terlebih dahulu.

Setelah kami solat kami ke loket, untuk membeli tiket masuk, setelah itu kami langsung berangkat menuju puncak.

Akhirnya kami sampai pintu, jalur pendakian Gunung Andong. Tak terasa kami telah sampai di pos-1.Di andong ternyata ada dua jalur, yang satu lama dan yang satunya lagi baru.

Ternyata dari jalur pendakian Gunung Andong sampai pos-1, dekat sekali, paling sekitar 15 menit.

Pos Satu

desagirirejo.com

Setelah kami sampai di pos-1 kami istirahat sebentar. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju pos-2.

Belum sampai pos-2, baru pertengahan jalan menuju pos-2, kakak laki-laki saya kehilangan kunci motor , akhirnya kami semua turun untuk mencari kunci motornya.

Ternyata di mana? ketinggalan di motor, tapi untungnya sudah diambil sama petugas parkir.

Akhirnya kami ingin melanjutkan perjalanan lagi, ternyata teman kakak saya tadi waktu di pos-1 ngajak turun.

Kenapa turun? Karena dia mual, padahal temannya sudah sering muncak andong.

Akhirnya kakakku dan temannya memutuskan untuk pulang. Aku dan mas ku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian kami berdua sudah melewati pos-1. Jalan menuju pos-1 ke pos-2, melewati hutan pinus terlebih dahulu, dan setelah melewati hutan pinus, jalan mulai menanjak lagi.

Akhirnya kami berdua istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos-2, tak lama kami istirahat.

Kami berdua langsung melanjutkan perjalanan menuju pos-2. Akhirnya kami sampai juga di pos-2.

Pos Dua

pos-2 andong
desagirirejo.com

Sesampainya kami di pos-2, kami berdua istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan, akhirnya kami berdua melanjutkan perjalanan menuju pos-3.

Pos-2 menuju pos-3, akan ada jalur tangga bebatuan versi andong. Perjalanan menuju pos-3 lumayan terjal, dan banyak jurang, jadi kalian yang mau mendaki Gunung Andong harus hati-hati.

Kami berdua melanjutkan perjalanan menuju pos-3, kami istirahat sebentar di pertengahan perjalanan menuju pos-3.

Setelah kami istirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju pos-3. Tak lama kemudian kami sudah sampai pos-3.

Sesampainya pos-3 hujan deras, jalur tidak kelihatan. Kami menunggu hujannya reda. Tak lama kami menunggu, akhirnya hujannya reda juga.

Tapi jalur masih kabut, paling jarak pandangnya kira-kira 5 meter. Akhirnya kami tetap melanjutkan menuju puncak makam.

Pos-3 ke puncak makam tidak terlalu jauh. Tak lama kemudian kami sampai di puncak makam.

Puncak Makam

puncak makam
tribunnews.com

Sesampainya di sana masih kabut, kami beristirahat sebentar, untuk menunggu kabutnya hilang, tak lama kemudian kabut mulai hilang.

Puncak tertinggi andong mulai kelihatan, tapi sebelum ke puncak tertinggi kami ke makam. Untuk melihat pemandangan

Kenapa di kasih nama puncak makam? Karena didalam rumah itu ada makam tokoh yang dihormati oleh warga sekitar.

Siapa nama tokoh yang dimakamkan? Kyai Abdul Faqih atau sering dipanggil oleh warga sekitar Joko Pekik.

Makam ini dulu, sebelum Gunung Andong ramai dikunjungi para pendaki. Makam terlihat sangat angker dan membuat bulu kuduk naik.

Tapi sekarang Gunung Andong hampir setiap harinya dipenuhi oleh tenda-tenda para pendaki.

Sekarang Gunung Andong termasuk gunung cantik atau indah, tak kalah dari gunung-gunung yang lain.

Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi andong. Tak lama kemudian kami sampai puncak tertinggi.

Puncak Tertinggi

netivelindonesia.com

Alhamdulillah kami sampai puncak jam 17:30. Saya dan kakak saya memutuskan untuk pulang.

Kenapa memutuskan untuk pulang? Karena kami berdua tidak bawa tenda dan tidak tau mau tidur mana, maka dari itu kami memutuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan mau turun, eh ternyata ketemu teman saya, dia tanya kok turun? Saya tidak bawa tenda.

Akhirnya teman saya menyuruh kami untuk tidur di tendanya, walaupun tendanya cukup untuk 4 orang. Dan teman saya itu bawa adiknya dan saudaranya.

Saya dan kakak saya akhirnya dapat tumpangan tenda dari teman saya, walaupun tidurnya dempet-dempetan.

Kami semua langsung mendirikan tenda, sehabis mendirikan kami makan-makanan yang kami bawa sebelum mendaki, setelah selesai makan kami persiapan tidur.

Akhirnya sudah pagi, kami masak terlebih dahulu, sambil menunggu sunrise [matahari terbit].

Terkadang pada saat pagi hari para pendaki keluar dari tendanya untuk menunggu sunrise.

Sunrise Gunung Andong

adiannugroho.com

Setelah masak, Tak lama kemudian sunrise pun terbit di timur, antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

Setelah selesai melihat pemandangan sunrise, kami melihat sekeliling Gunung Andong, ternyata kalau melihat gunung lain dari Gunung Andong terlihat indah.

Gunung yang bisa di lihat dari Gunung Andong.

  1. Gunung Merbabu
  2. Gunung Merapi
  3. Gunung Sindoro
  4. Gunung Sumbing
  5. Gunung tankuban prau
  6. Gunung Telomoyo
  7. Gunung Ungaran.

Setelah itu kami menuju ke puncak alap-alap, tapi sebelum menuju puncak alap-alap, kami harus melewati jembatan setan.

Jembatan Setan Andong

wikimedia.org

Kami semua melewati jembatan setan, sebelum menuju ke puncak alap-alap.

Kenapa namanya jembatan setan? Karena jalurnya hanya cukup untuk 1 orang dan sampingnya ada jurang.

Tak lama kemudian kami sampai di puncak alap-alap. Setelah melewati jembatan setan.

Puncak Alap-Alap Andong

tjuputography.cm

Sesampainya kami di puncak alap-alap, kami istirahat sebentar dan memandang indahnya alam.

Setelah selesai istirahat kami, memutuskan untuk turun dari Gunung Andong. Dalam perjalanan turun kabut mulai tebal dan tak terlihat jalannya.

Susahnya turun dari Gunung Andong? Karena jalur terlalu licin, karena pas perjalanan naik hujan deras, dan membuat jalurnya licin.

Pada saat perjalanan turun teman saya hampir masuk ke jurang, karena terpeleset, tapi untungnya di depan ada pohon.

Tapi saya dan teman duluan untuk turun dan kakak saya dan saudaranya teman saya masih ketinggalan jauh.

Tak lama kemudian saya dan teman saya sampai di gapura pendakian Gunung Andong, kami berdua istirahat sebentar sekalian menunggu yang ketinggalan.

Tak lama kami menunggu, akhirnya datang juga. Kami semua akhirnya berkumpul, dan melanjutkan perjalanan menuju basecamp.

Apa pendapat anda tentang artikel pertama kali mendaki Gunung Andong? Ya mungkin sampai disini dulu, bila ada pertanyaan tulis di kolom komentar, di bawah ya.

 

 

 

Komen Lurr