Penggalaman Pertama kali Mendaki Gunung Lawu

4 min read

Hi selamat datang di sholehuddin.com. Kali ini saya akan bercerita tentang pertama kali muncak gunung.

Mungkin ini pertama kali saya menaiki gunung atau bisa dibilang mendaki Gunung. Dulu awal kelas 2 MTS saya diajak sama teman naik Gunung Lawu, itu baru pertama kalinya saya naik Gunung.

Saya berangkat dari rumah jam 09:00 dan itu cuman berdua. Sampai Cemoro Sewu (tempat jalur pendakian Gunung Lawu). Sampai di lokasi jam 01:.00

Cemoro Sewu

cemoro sewu
wordpress.com

Sesampainya saya dan teman saya di jalur pendakian cemoro sewu. Temanku menyuruh beristirahat sejenak untuk makan dan minum.

Akhirnya temanku menyuruh untuk mendaftar. Tapi, sesampainya di pendaftaran kita berdua tidak diperbolehkan untuk masuk atau naik.

Kenapa kita berdua tidak diperbolehkan untuk masuk atau naik? karena kita berdua tidak bawa KTP/kartu pelajar. Dan sialnya kita berdua disuruh petugas untuk pulang.

Kita berdua diam sejenak bingung memikirkan cara biar bisa masuk atau naik tapi, tidak menemukan caranya. Akhirnya kami berdua mendekati orang yang berada di tempat pendaftaran saya dan teman saya berbicara dengan pengurus pendaftaran supaya diperbolehkan masuk.

Kami berdua terus memaksa pengurus pendaftaran supaya diperbolehkan masuk tapi, kami tetap tidak diperbolehkan masuk.

Kami dan pengurus pendaftaran berbincang-bincang lama tetapi tetap tidak diperbolehkan masuk atau naik. Kami berdua hampir putus asa.

Kami berdua melihat ada seseorang ibu dan bapak itu juga mau mendaki. Ibu dan bapak itu melihat kami berdua baru duduk di pinggir. Akhirnya ibu dan bapak tersebut mendekati kami berdua dan dia bertanya.

Asal Kalian dari mana? dari solo.

kok tidak masuk? kami berdua tidak bawa kartu pelajar.

Bapak dan ibu tadi menawarkan untuk bareng naik ke gunung. Ya akhirnya kita menerima tawarannya tadi. Alhamdulillah kami berdua bisa masuk juga.

Sebelum naik gunung kami berdoa terlebih dahulu. Kami berempat jalan sambil berbincang-bincang. Tak terasa sudah sampai pos bayangan.

Pos Bayangan

sholehuddin.com

Sesampainya pos bayangan kami berempat istirahat untuk mengisi tenaga dan minum sebentar sambil foto-foto.

Setelah selesai kami berempat melanjutkan perjalanan menuju pos satu, belum sampai pos satu kaki bapaknya udah kram duluan.

Untungnya bapak sama ibu tadi bawa semprotan untuk memulihkan kram nya, alhamdulillah pulih. tapi, aku tidak tau nama semprotan yang dipakai yang penting semprotan untuk memulihkan kram.

Kami berempat melanjutkan perjalanan menuju pos satu. Akhirnya sampai juga pos satu.

Pos Satu

pendaki
telusuri.id

Alhamdulillah kami berempat sampai pos satu juga. Kami beristirahat sebentar untuk mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga.

Saya dan teman saya duluan menuju pos dua. Tapi, bapak sama ibu tadi masih istirahat di pos 1, saya dan teman saya lanjut ke pos dua.

Pos dua sudah memasuki hutan. Jalan mulai menanjak, terlalu menguras tenaga dan terlalu melelahkan

Pos Dua

pos 2
manusialembah.com

Saat bapak dan ibu tadi masih beristirahat di pos-1, saya dan teman saya melanjutkan perjalanan, dan kami berdua meninggalkan mereka. Sesampainya kami di pos-2, kami beristirahat sejenak untuk minum, makan snack, dan lain-lain.

Kami berdua menunggu bapak dan ibu tadi di pos-2, tak lama kami menunggu akhirnya datang juga. Dia datang kami ikut istirahat sebentar. Akhirnya saya dan teman saya melanjutkan perjalanan menuju pos-3.

ibu dan bapak tadi masih istirahat di pos-2. Ibu dan bapak lalu menyusul kami berdua. Sehabis menyusul ibu bapak tadi kelelahan dan kehabisan tenaga akhirnya mereka berdua istirahat di pertengahan perjalanan antara pos-2 menuju pos-3.

Kami berdua melanjutkan perjalanan menuju pos-3, alhamdulillah nya kami berdua sampai pos-3.

Pos Tiga

sholehuddin.com

Waktu berjalan dengan sendirinya, dan kami sampai pos tiga sudah menjelang waktu maghrib. Disana kami menyiapkan makanan dan kompor untuk makan malam, dan tidak lupa kami menunggu bapak dan ibu yang sudah membantu kami masuk.

Kami menunggu dengan sangat lama sehingga kami kelelahan menunggu, dan setelah sekian lama menunggu akhirnya ibu bapak tadi datang juga dan kami menyuruh mereka untuk beristirahat sejenak.

Dan kita akhirnya berkumpul lagi setelah sekian lama menunggu akhirnya kami melanjutkan perjalanan dari pos-3 menuju pos-4, masih sama dengan jalur bebatuan dan lebih menanjak.

Dalam perjalanan menuju pos-3 ke pos-4 saya mulai mual, dalam pertengahan jalan saya muntah, akhirnya ibu bapak tadi memberi saya tolak angin tak lama kemudian mual ku mulai membaik. kami pun melanjutkan perjalanan

Ibu tadi minta ke bapaknya untuk mendirikan tenda di pos-3. Tapi, kami tidak jadi mendirikan tenda di pos-3

kenapa kami tidak jadi mendirikan tenda di pos-3? karena pos-3 sudah penuh dengan tenda yang lain. Akhirnya kami terpaksa untuk melanjutkan perjalanan menuju pos-5.

kenapa kami tidak mendirikan tenda di pos-4? karena sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos-5, ada yang bilang jangan mendirikan di pos-4.

kenapa kami di larang untuk mendirikan tenda di pos-4? karena banyak hal mistis disana. Takutnya ada yang diganggu.

Akhirnya tidak lama kemudian kami sampai pos-4.

Pos Empat

wordpress.com

Pos-4 tidak seperti pos yang lain. Disana cuman ada tanda berisi tulisan dan angka, bahwa kami sudah sampai pos-4.

Akhirnya kami terus berjalan menuju pos-5, dalam perjalanan gelap dan tidak terlihat jalurnya. Hampir saja dalam perjalanan menuju pos-5, saya jatuh ke jurang. Tapi, bapaknya langsung menarik tangan saya dan dia bilang.

jangan ke pinggir-pinggir? kenapa pak? disitu ada jurang, kalau tidak percaya besok lihat waktu turun.

Akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan menuju pos-5. Tak lama kemudian sudah terlihat. Di antara pos-4 dan pos-5 ada sumber air yang terkenal dengan keramatnya, nama sumber airnya sendang derajat.

Kami akhirnya sampai juga di pos-5 jam 10:00 WIB dan tidur di warung dekat pos-5, saya tidak tau namanya yang penting saya tidur di situ.

Kami bangun jam 06:00 WIB. Aku bangun solat subuh dan setelah selesai solat subuh saya dan teman saya langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak, dan ibu bapak tadi masih di warung pos-5.

Saya dan teman saya menuju puncak, cuman bawa botol dan barang lainnya kami tinggal di warung yang berada di pos-5. Alhamdulillah akhirnya kami berdua sampai sumber airnya.

Sumber Mata Air Sendang Derajat

blogspot.com

Kami berdua langsung mengambil sumber mata air dari sendang derajat, setelah selesai mengambil air dari sumber mata air, saya kencing dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. Tapi, setelah saya selesai kencing.

Teman saya ternyata sudah jalan menuju puncak, akhirnya saya menuju puncak sendirian, dalam perjalanan menuju puncak saya bingung karena ada dua jalur yang menuju puncak.

Yang satu lebih jauh menuju puncak, tapi trek nya lumayan enak dan yang satunya lebih dekat menuju puncak, tapi trek nya naik terus. Akhirnya dengan keputusan saya sendiri lewat yang lebih dekat dari puncak.

Beberapa menit kemudian alhamdulillah saya sudah sampai puncak tertinggi.

Puncak tertinggi Lawu

mediamsha.com
Setelah sampai puncak saya cari teman saya yang duluan. Tak lama kemudian teman saya memanggil, oi.

Akhirnya kami berdua istirahat sebentar untuk menunggu ibu bapak tadi yang ketinggalan jauh. Sebelum ibu bapak tadi datang kami berdua di panggil oleh orang yang tidak kami kenal.

Kami berdua mendekati mas-mas yang memanggil. Kami tanya ada apa mas? ayo ke tenda saya.

Akhirnya kami berdua diajak oleh mas-mas ke tendanya, setelah sampai di tendanya kami ditawari roti dan susu. Awalnya kami berdua menolak tawarannya, ya karena dipaksa untuk makan, kami berdua tidak bisa menolak tawarannya.

Sesudah kami berdua makan roti dan susu kami langsung ditawari untuk makan mie. Itu mei nya bukan kami berdua yang masak, tapi mas-mas nya yang masak, setelah selesai masak, kami makan bersama.

Ketika kami makan, lalu mas-mas nya tanya, cuman berdua? iya mas tapi tadi ada ibu bapak yang menemani kami dari bawah sampai puncak.

Setelah kami selesai berbincang-bincang, kami berdua pamit dan berterimakasih kepada mas-mas nya tadi.

Setelah itu kami berdua menuju ke puncak, sesampainya di sana kami melihat-lihat sekitar, ternyata ibu bapak tadi belum datang juga, kami terpaksa untuk menunggu ibu bapak tadi, tak lama kemudian ibu bapak tadi akhirnya datang juga.

Setelah kami berkumpul kami diajak untuk foto-foto sebentar, setelah selesai foto-foto kami diajak makan mie, padahal kami barusan makan mie, ya bagaimana lagi kalau menolak tidak enak, ya akhirnya kami makan mie nya.

Setelah selesai kami turun dari puncak jam 11:00, sesampainya di warung yang kami tempati tadi malam, kami pun beristirahat sampai jam 01:00, kami pun bangun dari tidur lalu, kami berkemas-kemas memasukkan barang kedalam tas.

Tak terasa ternyata sudah jam 05:00 dan tepat sampai di basecamp.

apa pendapat anda tentang artikel pengalaman pertama kali mendaki Gunung Lawu? yah begitulah cerita pengalaman kali ini. Jika ada pertanyaan silahkan tulis komentar anda di bawah ini.

Komen Lurr