Jenis Tanah Aluvial

7 min read

Jenis tanah aluvial

Jenis Tanah Aluvial – Apakah Anda pernah mendengar jenis tanah aluvial? Nama jenis tanah ini mungkin terdengar asing di telinga masyarakat.

Tanah aluvial merupakan jenis tanah endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami eropsi tanah. Banyak terdapat di dataran rendah, disekitar muara sungai, rawa-rawa, lembah-lembah, maupun di kanan kiri aliran sungai besar.

Tanah ini banyak mengandung pasir dan liat, tidak banyak mengandung unsur-unsur zat hara. Ciri-cirinya berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas dan peka terhadap erosi.

Kadar kesuburannya sedang hingga tinggi tergantung bagian induk dan iklim. Di Indonesia tanah aluvial ini merupakan tanah yang baik dan dimanfaatkan untuk tanaman pangan (sawah dan palawija) musiman hingga tahunan.

Sejak dahulu kala, Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu negara yang hidup dari hasil pertaniannya. Hal ini karena tanah di Indonesia dipercaya sebagai tanah yang subur yang dapat menghidupi ratusan juta penduduknya.

Jenis tanah yang dimaksud di sini adalah jenis tanah aluvial. Karena persebaran aluvial cukup merata di Indonesia, maka pertanian di Indonesia menjadi salah satu hal yang dapat berkembang secara pesat. Supaya Anda bisa mengetahui apa itu tanah aluvial dengan lebih lengkap, maka simak di bawah ini:

Kerakteristik Tanah Aluvial

tanah aluvial
dictio.id

Pada dasaranya, aluvial merupakan jenis tanah yang terbentuk karena hasil endapan. Endapan yang dimaksud adalah endapan dari sungai, danau, atau juga dari air hujan yang biasanya sedikit menggenang karena cekungan.

Hal ini juga yang mengakibatkan aluvial bisa dengan mudah ditemukan di dataran rendah.

Selain itu, dilansir dari Soils Matter, proses pembentukan aluvial memakan waktu yang cukup lama. Bahkan, ada beberapa jenis aluvial yang terbentuk setelah puluhan tahun. Lahan aluvial di Taman Nasional Rocky Mountain adalah salah satu contohnya.

Perlu diketahui, tanah aluvial menjadi tanah yang subur karena unsur hara yang ada di dalam air secara perlahan terserap ke dalam tanah.

Seiring berjalannya waktu, saat air sudah mulai surut, kondisi tanah berubah menjadi aluvial dan subur.

Maka dari itu, pada dasarnya tanah jenis ini hanya bisa terbentuk di daerah yang masih cukup alami. Jangan pernah berharap bahwa tanah jenis ini bisa ditemukan di daerah perkotaan dengan tingkat polusi yang tinggi.

1. Perbedaan Tekstur Atau Bentuk

Tidak ada bentuk dari tanah jenis ini. Hal ini dikarenakan aluvial merupakan hasil jadi suatu proses. Dengan kata lain, jika suatu danau mempunyai dasar yang cekung, maka aluvial yang dihasilkan juga akan cenderung cekung. Akan tetapi, jika dasar danaunya rata, maka aluvial yang terbentuk akan cenderung rata.

2. Kaya Akan Kandungan Mineral

Seperti yang telah disebutkan di atas, jenis tanah ini memiliki kandungan mineral tinggi.

Itu karena sifatnya yang mudah menyerap air sehingga banyak mineral yang masuk dan bisa menjadi cadangan untuk tanaman di atasnya.

3. Kondisi Morfologi Beragam

Beragamnya kondisi morfologi berdasarkan deposit material yang membentuk. Sama seperti karakteristik pertama, morfologi dari tanah aluvial akan selalu berbeda berdasarkan materi yang mengendap.

Beberapa jenis aluvial akan mudah diolah karena minimnya deposit yang berukuran besar. Akan tetapi, beberapa lainnya bisa jadi cukup sulit diolah karena deposit material yang berukuran besar.

4. Mempunyai Tekstur Mirip Tanah Liat

Mungkin masih banyak di antara kita yang keliru membedakan antara jenis tanah aluvial dan tanah liat. Ya hal tersebut wajar saja, sebab teksturnya memang menyerupai tekstur tanah liat, apalagi jika kemarau tiba.

Tanah ini akan cenderung lebih kering dari biasanya, tetapi kandungan mineralnya tidak hilang karena lokasinya di lereng sungai.

5. Mempunyai Warna Yang Cenderung Gelap

Biasanya ada sedikit lapisan organik di tanah jenis ini. Hal ini merupakan sebuah proses pengendapan yang lama membuat mikro organisme seperti lumut bisa berkembang selama proses pembentukan aluvial. Maka dari itu, walaupun sedikit, pasti ada lapisan organik di tanah jenis ini.

6. Berwarna Coklat Dan Agak Kelabu

Ciri atau karakteristik pertama bisa terlihat jelas dari warnanya yang kecoklatan, tetapi cenderung agak kelabu.

Hal tersebut disebabkan oleh tingginya kandungan mineral yang terdapat dalam jenis tanah aluvial.

7. Lokasi Dekat Dengan Aliran Sungai

Posisinya yang biasanya dekat dengan daerah aliran sungai. Perlu digaris bawahi, tanah aluvial tidak selalu berada di daerah aliran sungai.

Hal ini karena bisa saja area sungai sudah sepenuhnya mengendap dan berubah menjadi aluvial. Jadi, aluvial tersebut bisa jadi dulunya merupakan area sungai.

Bagi yang ingin membeli tanah untuk lahan pertanian, ada baiknya memang jika Anda membeli jenis tanah aluvial.

8. Memiliki PH Yang Rendah

Karakteristik ini dapat menjadi cara untuk mengetahui apakah tanah yang hendak dibeli betul-betul jenis tanah aluvial atau bukan.

Tanah endapan atau aluvial umumnya memiliki pH di bawah 6 sehingga tanah yang dibeli bisa dibawa ke lab untuk dicek kadar pH-nya.

9. Kandungan Fosfor Dan Kalium Yang Rendah Juga

Bukan hanya pH-nya saja yang rendah, kadar fosfor dan kalium dalam jenis tanah aluvial juga rendah.

Namun rendahnya kedua kandungan ini, hanya berlaku  di wilayah yang memiliki curah hujan yang rendah.

Nah, itu dia beberapa karakteristik jenis tanah aluvial yang menarik untuk Anda ketahui.

Bagaimana, setelah membaca penjabaran di atas, apakah Anda sudah bisa menjawab apakah jenis tanah ini subur atau tidak?

Apakah Tanah Aluvial Ini Subur Atau Tidak?

tanah aluvial
sholehuddin.com

Jika mengetik kata “tanah aluvial” di Google, maka akan keluar berbagai macam artikel yang mengaitkan manfaatnya di dunia pertanian.

Lantas, apakah benar jenis tanah ini subur dan apa yang membuat jenis tanah aluvial cocok untuk lahan pertanian?

Perlu digarisbawahi bahwa karakter dan tekstur tanah endapan ini sebenarnya tidak begitu memengaruhi tingkat kesuburannya.

Sementara itu, hal yang memengaruhinya adalah material pembentuk tanah endapan itu sendiri. Lantaran lokasinya yang berdekatan dengan sungai, maka jenis tanah ini menjadi sangat kaya akan mineral.

Nah, itu mengapa jenis tanah aluvial disebut cocok untuk lahan pertanian, karena memiliki kadar air yang sangat tinggi. Selain itu, kandungan unsur hara yang terdapat di dalamnya juga dapat menjadi nutrisi yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Bagaimana, sekarang sudah terjawab bukan pertanyaan terbesar kita? Jawabannya jenis tanah ini memang cocok!

Oleh sebab itu, bagi yang ingin membeli tanah untuk lahan pertanian, ada baiknya membeli jenis tanah aluvial.

Manfaat Dan Keunggulan Tanah Aluvial

Tanah Aluvial
sholehuddin.com

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa tanah yang subur adalah tanah yang berada di ketinggian.

Akan tetapi, tanah aluvial mengubah pendapat itu. Berikut beberapa manfaat dan keunggulan dari aluvial yang tentunya sangat bermanfaat bagi pertanian di Indonesia:

Agar lebih meyakinkan Anda dalam memilih jenis tanah aluvial untuk lahan pertanian, berikutnya penjabaran tentang manfaatnya.

1. Melancarkan Dalam Melakukan Irigasi

Salah satu kesulitan yang kerap dirasakan oleh petani adalah melakukan irigasi terhadap lahan perkebunannya.

Namun, urusan yang satu ini tidak akan menjadi kendala apabila lahan pertaniannya menggunakan tanah aluvial. Pasalnya, lokasi tanah aluvial yang berada di endapan sungai membuat akses akses ke kebun menjadi lebih lancar dan mudah.

Dalam proses bercocok tanam secara tradisional, masih banyak masyarakat yang mengandalkan sistem irigasi secara manual.

Biasanya para petani membuat parit yang nantinya akan mengalirkan air ke lahan mereka. Dengan posisi yang cenderung cekung, hal ini tentunya memudahkan para petani dalam proses pengaliran air.

2. Tanaman Lebih Mudah Kering

Karena memiliki sifat yang mudah menyerap air, tanaman yang ditanam di atas lahan dengan tanah aluvial memiliki banyak cadangan air.

Sehingga tanaman tidak akan mudah kering meskipun musim kemarau tiba dan pertumbuhannya pun cepat. Maka dari itu, hasil erosi dari tanah di kawasan tinggi ini sangat bermanfaat untuk industri pertanian.

3. Tanaman Jadi Lebih Subur

Seperti yang juga telah disebutkan sebelumnya, jenis tanah aluvial memiliki kandungan unsur hara yang cukup tinggi.

Terlebih lagi, di dalam kandungan tanah ini juga berisi zat makanan yang diperlukan oleh tumbuhan. Bagi Anda yang tidak tahu, bahwasannya unsur hara sendiri penting bagi pertumbuhan tanaman, karena mampu menyuburkan tanah.

4. Mudah Untuk Dikerjakan

Jenis tanah aluvial mudah untuk digarap, karena mempunyai tekstur empuk sehingga cocok untuk lahan pertanian.

Dengan proses penggarapan yang mudah dan cepat, waktu pengerjaan lahan menjadi lebih efisien. Selain itu, menguntungkan karena petani dapat memangkas bujet untuk penggunaan alat berat, seperti traktor.

Selama proses pengendapan, air secara perlahan akan terserap ke dalam tanah. Hal ini yang mengakibatkan aluvial cenderung mudah diolah sebagai lahan pertanian.

Walaupun ada jenis aluvial yang mempunyai endapan batuan besar, secara umum aluvial tergolong mudah untuk diolah. Jadi, proses persiapan lahan sebelum siap tanam tidak akan sulit.

5. Dapat Menyerap Air Secara Maksimal

Daya serap maksimal merupakan keunggulan terakhir dari tanah aluvial. Aluvial cenderung memiliki pori halus yang dapat menyerap air dengan baik.

Selain itu, biasanya tanah jenis ini bisa menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan kata lain, musim kemarau bukanlah waktu yang sulit bagi tanah jenis ini. Masih ada sedikit cadangan air yang bisa diserap oleh tanaman bahkan saat musim kemarau.

Sifat Morfologis Pada Tanah Aluvial

753134d1-tanah-endapa n
sholehuddin.com

Terdapat perbedaan sifat morfologis pada tanah Aluvial yang dipersawahan dengan tanah yang tidak dipersawahan.

Perbedaan yang sangat nyata dapat dijumpai pada epipedonnya, dimana pada epipedon yang tidak pernah dipersawahan berstruktur granular dan warna coklat tua (10 YR 4/3).

Sedangkan epipedon tanah Aluvial yang dipersawahan tidak berstruktur dan berwarna berubah menjadi kelabu.

Tanah Alluvial yang lahannya sering menjadi penyebab banjir dan mengalami endapan marine akibat adanya pasang surut air laut, dianggap masih muda dan belum ada perbedaan horizon.

Endapan aluval yang sudah tua dan menampakan akibat pengaruh iklim dan vegetasi tidak termasuk inceptisol, mungkin lebih berkembang.

Ciri-ciri pada pembentukan tanah aluvial 

Suatu hal yang mencirikan pada pembentukan Alluvial adalah bahwa sebagian bahan kasar akan diendapkan tidak jauh dari sumbernya.

  • Tekstur bahan yang diendapkan pada tempat dan waktu yang sama akan lebih seragam. Makin jauh dari sumbernya semakin halus butir yang diangkut.
  • Tanah Alluvial mempunyai kelebihan agregat tanah yang didalamnya terkandung banyak bahan organik sekitar setengah dari kapasitas tukar katio (KTK), berasal dari bahan bahan sumber hara tanaman.
  • Dan disamping itu juga, bahan organik merupakan sumber energi dari sebagian besar organism tanah, dalam memainkan peranannya bahan organik sangat dibutuhkan oleh sumber dan susunanya.

Tanah Alluvial mengalami proses pencucian selama bertahun-tahun. Tanah ini ditandai dengan memiliki kandungan bahan organik yang tinggi.

Vegetasi kebanyakan lumut yang tumbuh rendah. Tumbuhan tumbuh dengan lambat, tetapi suatu lahan yang rendah menghambat dekomposisi bahan organik sehingga menghasilkan tanah yang mengandung bahan organik dan KTK yang tinggi.

Tanah Alluvial berwarna kelabu muda dengan sifat fisik jika kering akan keras dan pijal dan lekat jika basah.

Kaya akan kandungan fosfot yang mudah larut dalam sitrat 2% mengandung 5% CO2 dan tepung kapur yang halus dan juga berstruktur pejal yang dalam keadaan kering dapat pecah menjadi fragmen berbetuk persegi sedang sifat kimiawinya sama dengan bahan asalnya.

Penyebaran Tanah Aluvial Di Indonesia

ide_bisnis_berkebun_3
sholehuddin.com

Selama ini kita berpikir, bahwa lahan pertanian terbaik adalah lahan pertanian yang berada di dataran tinggi.

Ya, banyak anggapan bahwa lahan pertanian di dataran tinggi memiliki tanah yang subur dan suhu yang sesuai bagi tanaman.

Hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi setelah membaca ulasan tentang jenis tanah aluvial ini, tentu ada pengetahuan lain. Sekarang Anda sudah mengetahui jika tanah di dataran rendah pun ada yang sangat cocok untuk lahan pertanian atau perkebunan.

Bagi Anda yang sedang mencari lahan pertanian, tentu perlu mengetahui persebaran jenis tanah aluvial di Indonesia. Pesebarannya banyak ditemukan di wilayah timur Sumatera, utara Jawa, Kalimantan Selatan dan Tengah, serta utara dan selatan Papua.

Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu negara yang sangat beruntung, terutama di bidang pertanian. Hal ini karena di Indonesia penyebaran area aluvial terbilang cukup merata.

Dengan kata lain, hampir seluruh tanah di permukaan bumi Indonesia tergolong cukup subur. Di dataran tinggi, ada banyak sekali gunung berapi aktif yang meningkatkan kesuburan tanah.

Di dataran rendah, ada tanah aluvial yang bisa memberikan nutrisi yang tepat untuk tanaman tumbuh subur.

Berikut adalah peta persebaran aluvial yang cukup signifikan di wilayah Indonesia:

  • Area aluvial yang pertama berada di sekitaran sungai Bengawan Solo. Hingga saat ini, Bengawan Solo masih menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Perlu digaris bawahi, area di sekitar sungai Bengawan Solo merupakan salah satu area aluvial terpanjang yang mencapai ratusan kilometer. Maka dari itu, jangan kaget ketika tahu bahwa Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai potensi pertanian yang sangat bagus.
  • Di daerah Kalimantan, ada beberapa sungai besar yang sudah membuat area aluvialnya sendiri. Di Kalimantan Selatan ada daerah aluvial yang berasal dari aliran sungai Barito. Di Kalimantan Tengah, aliran sungai Kapuas juga membentuk area aluvial yang cukup panjang di bagian tengah Kalimantan. Tidak lupa pula ada sungai Mahakam di bagian timur Pulau Kalimantan.
  • Pulau Sumatera memang cukup luas, akan tetapi hanya ada dua area utama tanah aluvial yang bisa ditemukan di pulau ini. Yang pertama adalah di sekitar aliran sungai Musi di daerah Palembang dan aliran sungai Batanghari yang berada di Sumatera Barat.
  • Daerah aluvial terakhir berada di ujung timur Indonesia, yaitu di Irian Jaya. Sungai Mamberamo memang tidak setenar Bengawan Solo ataupun Batanghari. Akan tetapi, aliran sungai Mamberamo yang membentang di bagian barat Papua ini memiliki area aluvial lebih dari 500 km.

Dari seluruh pulau besar yang ada di Indonesia, hanya pulau Sulawesi yang tidak mempunyai area tanah aluvial yang signifikan.

Dengan kata lain, pada dasarnya Indonesia kaya dengan aluvial yang menjadikan Indonesia daerah yang mempunyai potensi besar di bidang pertanian.

Nah mungkin itu artikel tentang jenis tanah aluvial. Jika ada kesalahan itu datangnya dari saya, dan jika ada manfaatnya itu datangnya dari Allah SWT.

Rumah Adat Bali

Sholehuddin
7 min read

Rumah Adat Aceh

Sholehuddin
4 min read

Komen Lurr