49+Puisi Ibu Menyentuh Hati

13 min read

seorang ibu
sholehuddin.com

Puisi Tentang Ibu- Puisi ini pasti kalian semua telah mengetahuinya karena puisi ibu merupakan ungkapan terimakasih yang diucapkan melalui sastra puisi.

Banyak sekali pengarang tentang puisi ibu seperti pengarang karya Chairil Anwar. Dimana dia sudah banyak mengarang puisi begitu banyak salah satunya puisi untuk ibu.

Ibu, orang dialah yang sangat berjasa dan harus merawat kita sampai sekarang, jika bukan perjuangan seorang ibu, mungkin kita tidak akan ada di dunia ini.

Jasa ibu tidak bisa balas sampai kita mati. Namun, kita hanya bisa tersenyum dengan membuatkan puisi kita.

Seorang ibu adalah penerang bagi setiap orang yang terlahir di dunia ini.

Tidak bisa dibayangkan, begitu banyak perjuangan beliau yang telah dikorbankan, baik tenaga, waktu, fikiran dan harta, tidak hanya sekedar itu.

Pengorbanan ibu yang tidak terbayang selama 9 bulan ia mampu untuk membawamu kemana sang ibu berada, meskipun kita berada di perut ibu.

Karena tentang ketulusan seorang ibu kepada anak, maka di bawah ini tentang puisi ibu yang kami sampaikan kepada beliau yang telah merawat dan membahas kami dengan penuh kasih sayang.

Puisi Tentang Kesabaran Ibu

doa seorang ibu
sholehuddin.com

Ibu memang seorang yang selalu sabar akan hal apa pun yang bisa kita lakukan untuk membeli emosinya. Tak hanya sekadar itu, dia terkadang menuturkan puisi.

Di bawah ini puisi tentang kesabaran ibu.

Kau Adalah Pencegah Amarahku

Ibu yang selalu bermurah hati
Meskipun aku senang
Ia tak pernah susah Ia
selalu berjuang untukku biar tidak berapi-api
Meskipun ia gagal, tetapi ia tak pernah berhenti.

Yang saya tau, saya adalah anak yang menyebalkan
Aku memiliki pola tingkah yang beraturan
Aku tidak bisa diam, aku suka berlari
Aku adalah anak yang sangat nakal
Tapi ada yang sangat lembut
Yang memperkaya hatiku
Siapa lagi yang bukan ibuku
Yang selalu bermurah hati.

Ibu mengajarkan TENTANG kesabaran
Namun terkadang aku tak mendengarnya
Ia tak Menyerah memberikan arti TENTANG kesabaran
Hingga aku dewasa kini aku industri tahu
Bahwa kesabaran Sangat Dibutuhkan
dimasa Depan, yang cerah.

Cerita Di Masa Kecilku

Apakah kamu tetap mengingatnya bu?
Aku Sangat rindu dengan Masa-masaku Yang dulu
Apakah aku DAPAT merasakan Kembali?
Menangis di dalam pelukan dan tertawa bersamamu.

Andai sementara ku putar kembali
Ingatkah masa lalu satu tahun yang lalu?
Saat saya di pangkuanmu
Saat saya ada di timanganmu.

Kau suapi ku Makan KARENA Aku Tidak DAPAT Sendiri Kau Selesai aku KARENA Aku Tidak
can
menjalankan Sendiri Terjatuh ku berulang
Mencari Google Artikel Penuh kasih sayang, Kau using udara Mataku Dan Kau buat ku Tersenyum Kembali

Seorang Ibu

Cintaku punah, titah ketiga
Setelah cinta kepada Tuhan dan Rasulullah
Cintakui, takamu pernah pudar
Cintamu padamu akanlah sejati.

Engkau adalah ibuku
Engkau adalah cahaya
Engkau adalah guru terbaikku Engkau adalah segalanya bagiku
.

Engkau manusia yang paling berjasa di dalam hidupku
Engkau manusia yang bijaksana malaikat bagiku
Engkau akan tetap tersedia di hatiku
Berkah semua ketulusanmu.

Perjuangan dan juga keringatmu memiliki nilai
untukku sebagai bukti terima kasihmu yang sangat
besar yang telah diberikan hanya dengan
do’a yang tetap ku balaskan.

Oh ibu …
Begitu tinggi cintamu
bagiku Begitu agung terima kasih dan sayangmu
Akan abadi di sanubari tak habis di telan waktu.

Oh ibu …
Terima kasih atas semua yang sudah kau terima
Karena hanya ini yang bisa aku persembahkan sekali
lagi …

Sang Ibu Yang Penuh Dengan Perhatian

Kau Sering bangunkan ku tinjauan untuk review solat subuh
Meski ITU TIDAK membuatku luluh
Kau Selalu memanjakan ku di pagi hari
Meski terkadang aku tak bersemangat.

Kamu selalu memberi sapaan hangat dengan
senyum di pagi hari, terbaik di
kali aku sesekali di akuh nanti tapi
selalu di pertutur kata.

Terkadang aku berhasil menyelesaikan perintahnya

Namun ia selalu menunggu tiada batasnya

Dialah si penyambar itu
Dengan segala kekuranganku
Ia harus membantuku
Aku sayang ibu
Maafkan semua kesalahanku wahai ibu.

Puisi Pengorbanan Sang Ibu

puisi pengorbanan
sholehuddin.com

Seorang ibu memang sangat memiliki arti yang sangat besar untuk dikirim dengan yang membantah yang tulus, di bawah ini akan diterbitkan puisi tentang pengorbanan seorang ibu.

Pengorbanan seorang ibu tidak bisa diragukan lagi, dengan tekat yang sangat kuat yang mampu menghasilkan kita semua di dunia.

Untukmu Ibu

Saat saya terpuruk di dalam penyesalan
Saat saya membisu di dalam kegelapan
Kau datang dengan sejuta senyuman
Kau datang memberiku kehangatan.

Izinkan saya untuk membalas jasa-jasamu
Ini semua demi kamu
Walau letih … Ku tetap gigih
Walau sulit … Ku tetap naik
Bangkit dari penyesalan
Bangkit dari kegagalan
Untuk mencari harapan untuk
masa depan.

Kau bagaikan udara yang memadamkan amarahku
Laksana api yang membakar jiwaku.
Airmu yang menyjukkan jiwamu
Api mu yang memberikan motivasi baru
Semangat untuk tetap bertahan
Semangat untuk impian

Dalam hujan kau memberiku area berteduh
Dalam Tangis kau memberiku sebuah kehangatan …

Umpan demi umpan ku tulis tentang mu
Tentang mu yang sudah menjagaku
Dari dunia hitamnya ini
Kau bagaikan pelita yang menerangi dunia ini ….

Bundaku Yang Tercinta

Oh bunda …
Perasaanmu tertunda, setegas terima kasih
Semampu dan tetap tersedia untuk kami anakmu.
Ku rubah segala yang terjadi kesalmu.
Kan kucoba mengambil rasa yang sering kau terima menerimaaku.

Oh bunda …
Engkau pecahkan kegelisahan yang tetap membuatku jatuh
Engkau bagai penompang raga yang mulai runtuh
Engkau menyediakan semua yang kami butuhkan
Tapi kami, seketika kami butuhpun kami belum berhasil.

Oh bunda …
Kau buang waktumu tanpa penat untuk kami
Kau buat terima kasihmu jadi rutinitas yang sering kami lupakan
Engkau disediakan tanpa kami minta
Engkau gugurkan siraman, terima kasih tandingannya.

Diatas langit yang tak terbatas
Kau tuangkan kasih sayangmu tanpa mulai lelah
Terimakasih bunda …
Terimakasih sudah menjagaku hingga waktu ini
disetujuiku cinta tanpa putus
Dengan cintamu, aku butuh bantuan yang benar-benar luar biasa.

Kau Adalah Orang Yang Hebat, Ibu

Oh ibu …
Hari ini aku sangat rindu dengan masakanmu
Namun, apa lagi aku tidak bisa bertemu
Kian aku sudah sukses BU, sekarang aku sudah sarjanah dan bekerja
Semua ini karena perjuangan IBU
Kau adalah orang yang berhasil di dalam diriku oh IBU …

Wahai ibu …
Aku sadar sekarang akan gigihnya sebuah perjauangan
Perjuangan ibu yang tak pernah lelah
Cinta terima kasih ibu yang diberikan
Selalu membuat aku kehilangan Arah
Kau berjuang sendiri berhasil sesosok bapak
Bu, bolehkah aku kembali sekarang?
Saat aku melihat semua perjuanganmu, aku sangat ingin menangis
Ibu Kau yang mencari nafkah
Ibu kau yang menjemput berkah
Agar apa? Agar kita tidak hidup susah
Ibu tak pernah gundah dan resah
Dan kau memang hebat …

Oh ibu … Ada
jelas foto di memoriku
Di pagi hari kau sudah bangun
untukmu Kau membuatkan ku sarapan pagi
Dengan rasa ikhlas yang tulus hati tak pernah jenuh
Ibu selalu memberi senyuman kepadaku
Dia selalu mengatakan “rajinlah sesuai kebutuhan ilmu”

Meskipun Nyawa Taruhanmu, Wahai Ibu

Aku terdiam di sini, yang aku tahu hanya ditemanin oleh ari-ari
Ku sering menendang-nendang sering terasa ingin keluar.

Aku Sering mendengar dia Menangis kesakitan
INI KARENA Akibat tingkahku Yang TIDAK beraturan
aku gede, sehingga perutnya Tidak mampu menompangku
Terkadang aku manja, sehingga dia merasa kelelahan
Aku Selalu MEMBUAT jam tidurnya TIDAK nyenyak
Meskipun aku Sering merepotkan
Ia Selalu menyentuhku DENGAN Penuh kasih sayang

SETIAP pagi Aku Selalu di do’akan
Supaya Menjadi Anak yang Baik Dan beradab
Rasanya aku tersentuh, Dan Ingin Bertemu DENGAN bulan Ke sembilan
Dan akhirnya aku lahir di Dunia
Siapa Lagi Yang Bukan berperan, JIKA Bukan menyanyikan Mengajukan
Dia seorang yang Berjuang tiada Lelah
Ia mengeluarkan semua tenaganya
Hanya ingin membuat aku keluar dari perutnya
Ia menangis kesakitan, namun ia seperti tidak merasakannya
Ku lihat keringat yang membasahi seluruh dahinya
Ia tersenyum setelah aku berhasil dikeluarkan

IBU, ia baik sekali dan sangat berjasa Taruhannyawa
ia korbankan
Hanya untuk aku menang.

Puisi Terimakasih Untuk Sang Ibu

puisi ibu
sholehuddin.com

Seorang ibu yang sangat mendukung dalam kehidupan kita yang sangat besar dengan semua yang mereka terima kasih yang diberikan.

Sebagai seorang anak kita harus meminta terimakasih kepada ibu yang meminta kita.

Di bawah ini ada puisi yang bertema Terimakasih untuk ibu.

Ibu Adalah Pahlawan Terhebat Dalam Hidupku

Oh ibu …
Engkau adalah orang yang paling sabar
Sabar menghadapiku
Kan aku ikut nasehatmu.

Oh ibu …
Engkau laksana menyanyikan surya
Penerang semua jalan
Menuju kebaikan.

Oh ibu …
Engkau melahirkan
Kau besarkan aku
Dengan semua pengorbananmu
Langkahmu ku selalu ikuti
Agar menjadi orang yang berbakti.

Terimakasih Untukmu Ibu

Terimakasih ibu ……
Ajaran ibu sangat berguna bagiku
Karena semu ku praktekkan di rumah tangga
Dan membuat keluarga kecilku bahagia
Aku sayang ibu.

Sekarang aku telah beranjak dewasa
Aku sudah memiliki keluarga
Dengan usia ini aku sudah memiliki anak empat
Dan lebih aku ingat kata ibu
Yang dulu selalu menasehatiku
Dengan omelan yang selalu aku dengar di saat itu
Ia yang mengajari ku akan muncul di setiap kesabaran satu wanita.

Oh ibu … Kamu
yang pernah mengajarku memasak
Bersih-bersih rumah dan lainnya Sekarang
aku sadar, ini semua sangat berguna
Dan sekarang aku menjadi ibu
Suami ku selalu mengatakan “kamu adalah istri tersayang”
Aku tersenyum, dan ini semua terima kasih ibu.

Ibu Adalah Bintang Dalam Kehidupanku

Wahai ibu …
Di Saat sedih Kaulah orangutan Yang Pertama kali menghampiri ku Dan senang ku
Maaf kan aku Wahai ibu selama Penyanyi Aku Sering
terluka hatimu Dan MENERIMA terima kasih perbedaan ibu SEMUA Yang Sudah Kau terima kepadaku
Ibu Kau Adalah Bintang Yang Bersinar akan di surga kelak.

Wahai ibu …
Kau wanita yang hebat yang aku miliki
Kau harus ku dari kecil hingga dewasa bersama dengan Kau
sayang yang tulus darimu
Kau tak pernah lelah untuk mendapatkan ku
Kau rela berhasil apa pun demi aku.

Wahai ibu …
Pengorbanan mu benar-benar besar
Kau termasuk orang yang mengajari mudah berjalan
Dan bisa termasuk yang mengajari ku berbicara sehingga bisa berbicara
Jasamu tak akan tergantikan oleh ku.

Karenamu Sekarang Aku Berhasil, Ma

Sekarang aku sudah berhasil semua
usaha yang ku capai berbuah manis
Aku sudah berhasil semua
yang aku korbankan tak membuatku miris
Mama yang selalu mendukungku

Terimakasih banyak ma, kau telah menuntunku
Kau masih teringat kan, arti penting dalam kehidupan
Dan sekarang aku telah
memperbaiki Terimakasih mama ku sayang
Kau adalah orang yang terbaik dan akan selalu ku kenang.

Apakah Yang sekarang aku Telah menikmati
Terimakasih mama ku sayang
Kau Adalah Yang Terbaik Dan akan Selalu ku Kenang.

Puisi Rindu Kepada Sang Ibu

puisi rindu
sholehuddin.com

Pernahkah Anda selamat rindu terhadap orang tua? Pasti setiap pernah mengalaminya.

Rasa ini muncul karena dia jauh dengan kita dan ingin sekali bertemu. Jika Anda ingin meminta ibu. Yuk simak.

Oh ibu

Aku sangat mencintaimu dan begitu merindukan mu
Kau begitu indah dan prima di mataku.

Pelukan mu jadi hangat bagiku

Pengorbananmu begitu tulus sehingga aku sulit untuk membalasnya.
Doaku tidak akan lupa untukmu
.

Ibu ibu oh ibu harus mendengarkan jeritan ini
Jeritan anakmu yang merindukan mu
Ibu memberikan ketegaran untuk anakmu
Agar anakmu dapat tersenyum seperti
senyum mu yang …

Ibu Ibu oh ibu saya sangat rindu denganmu saya rindu sementara kamu membuaiku
Dengan kasih sayang …
Yaa Allah jagalah ibu ku tetap berada di sisimu
Dan jadikan dia penghuni surgamu.

Bunda Apa Yang Sedang Kau Lakukan?

Oh bunda …
Pagi ini apakah bunda sudah sarapan?
Salam rindu dari tanah perantauan
Aku ingin sekali dengan harum masakan rumahan
Aku senang dengan mie instan.

Oh bunda …
Bunda sedang apa, sudahkah tidur malam?
Aku merasa kesepian, tiada Yang menemani ku
Di Malam kota Yang Dingin, Dan aku sedang minum Pengolahan Pengolahan Secangkir kopi
Jadi Teringat, dulu bunda Yang Selalu meracik kopi ku
Teringat Dan aku, terkadang kopi ITU Tak ku habiskan
Namun bunda Tak Pernah Bosan untuk review membuatkan
Semoga bunda Baik -baik saja di sana
Do’a kan aku betah untuk bekerja
Untuk apa? Untuk membahagiakan kamu wahai bunda.

Tuhan Selalu Sayang Ibu

Terimakasih ibu, kau lah laksana hidupku
Kau lah yang berjuang demi aku
Maafkan semua kesalahanku ibu
Malam ini aku suka sepi dengan rindu yang tak bertepi.

Sudah keluar memang ibu berhenti berjuang
Dan sudah takdirnya sekarang ibu
berpulang Do’akan anakmu tidak malang karena
ditinggal oleh ibu tersayang.

Aku selalu ingat mu, dan ingin sekali bertemu
Namun mungkin ibu sudah bahagia di sana
Di surga menyanyikan kembali pencipta
Tuhan ibu, untuk itu tuhan menjemputmu
Aku akan tahan semua rindu
Agar ibu tak jemu.

Terpaksa Untuk Mencintai Ibu

Oh ibu …
Maaf kan aku …
Yang meminjamkan kepadaku …..

Walau petang Sudah dikeluarkan ….
TAPI semangatmu differences
berambisi Walau Dunia Tampak tua ….
TAPI terima kasih muda mu Tetap Kau Bagi …

Wajahmu yang mulai kriput …
Tapi kau tetap mengerti aku apa artinya hidup yang sebenarnya ….
Bahumu yang mulai membungkuk …
Kau tetap mengerti aku makna dari pengorbanan dan perjuangan …
Senyum mu yang selalu menerima ku …
Mengajarkan UNTUK saya serbu keikhlasan …

Ibu …
Aku sekarang sangat menyesal sudah mengecewakanmu …
Meninggalkan titik hitam di hati putihmu ….
Membuat airmata mu meluap …
Maafkanlah anakmu yang bodoh ini …
Yang tidak pernah mengerti makna dari perjuangan cuma-cuma .. .

Ibu …
Sekarang aku sudah berhasil setelah mengerti ….
Engkau adalah ibu yang mulia …
Yang menolong aku dari depan ..
Dan yang selalu ada di depanku …
Sosok yang sangat luar biasa …
Membuat kepalan tangan ku menjadi kuat …
Tak akan tergantikan bersama dengan 1000 wanita …

Ibu …
Aku itu dulu aku tahu …
Seorang anak tidak akan pernah tau bekal besar cinta orang tua kepada mu …
Sampai ia sendiri menjadi orang tua ….

Ibu ..
Terpaksa saya harus mencintaimu ..

Puisi Tentang Ibu

puisi tentang ibu
sholehuddin.com

Ketika kalian memulai puisi ini, mungkin kami bisa meminta terimakasih kepada sang ibu, dengan hati yang terdalam melalui kata-kata mutiara puisi ibu.

Meskipun puisi ini tidak sebanding dengan apa yang harus kita korbankan, tetapi Anda dapat mengalahkan telapak kaki ibu.

Oleh karena itu kalian harus menyayangi dan menghormatinya sambil tetap ada.

Tentang Ibu-Jauh Lebih Bermakna

Oleh Taufiq Ridho

Telah berjuta kata coba ku rangkai
Kompilasi ingin hati Hati
Lautan tinta telah ku habiskan Kompilasi
tangan kotorku ingin menulis.

Seketika, tubuhku mematung waktu yang seakan berhenti,
Jiwa yang bergejolak mencampur adukan rasa …
Aku tak bisa …
Apa yang sulit dari merangkai kata? Begitu sulitkah menulis?
Tidak! Ternyata bukan itu.

Karena lebih dan seindah apa pun kata yang kau rangkai
Sebanyak apa pun tinta yang ku habiskan
Kasihmu jauh melebihi itu
Semua tantangan mu, jiwa yang suci.

Sebuah penghargaan Yang inginkan ku berikan
Walau JAUH berbanding Bersama DENGAN tulusnya kasihmu ITU
Apalah Makan Dari Sebuah kronologis kata Penyanyi
Kasihmu ITU JAUH LEBIH bermakna.

Karena kamu, aku mengerti hidup ini
Kau itu bagai mentari
Kau yang menyinari siangku
Dan memberikan sinarmu terhadap bulan untuk menerangi malamku.

Tentang Ibu-Puisi Seorang Anak Untuk Ibu

Sayapku telah tumbuh, aku ingin terbang …
Merebut kemenangan di mana pun memenangkan …
Aku bisa pergi, bu, janganlah menangis …
Biar kucari jalang ku sendiri …

Aku pergi saat itu untuk membantai lawan …
Untuk berjuang dalam pertempuran …
Aku pergi, Bu, dengarlah aku pergi …
Doakanlah jadi aku berhasil …

Aku ingin melihat, merespons dan mendengarkan …
Meskipun tersedia bahaya, tersedia rasa takut …
Aku dapat tersenyum dan memikirkan airmata …
Biar ku antar pikirku …

Aku pergi untuk mencari duniaku, cita-citaku …
Memahat tempatku, menginstal kainku …
Ingatlah, waktu aku memeriksa sungaiku …
Aku ingataimu , selama jalanku.

Tentang Ibu-Tangisan Bunda

Puisi oleh Monika Sebentina

Dalam senyum mu kau sembunyikan lelah mu
Derita siang dan malam menimpa mu
Tak sedetik pun membatalkan cara mu
Untuk bisa memberi harapan baru bagi ku.

Seonggok cinici selalu menghampiri Mu
Secerah hinaan tak peduli untukmu
Selalu kau teruskan cara untuk masa depan ku
Mencari harapan baru untuk kembali untuk anak mu.

Bukan setumpuk emas yang kamu inginkan di kesuksesan ku
Bukan gulung duit yang kamu minta di sukses ku
Bukan sebatang perunggu di kemenangan ku
Tapi tolong hati mu senangi aku.

Dan yang selalu kau katakan terhadap ku
Aku menyayangi mu saat itu dan waktu aku takkan kembali bersama mu
Aku menyayangi mu anak ku bersama dengan ketulusan hati ku.

Tentang Ibu-Untuk Ibuku Yang Tercinta

Oleh Agus Suarsono

Ku sangat ingin,
Menghirup hawa yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Oh ibu …
Ku hanya ingin bersamamu.
Sepanjang waktuku …

Tentang Ibu-Jasa Seorang Ibu

Oleh Patma

Oh ibu …
Kau begitu ceria dan rajin berasal dari terhadap guru yang lain
Oh ibu …
Kau adalah orang yang pintar, baik, ramah, cantik, dan sopan

Oh ibu ..
Kalau aku ADA Kesalahan tolong maafkan aku
Karena Aku Hanya Kesal Karena Aku Selalu diejek

Oh ibu … Aku
kembali senang kau senang ku Aku
kembali kesal kau senang ku

Oh ibu …
Kau membimbingku selama satu tahun
Kau sangat baik menerima Aku senang marah

Oh ibu …
Terimakasih atas jasa-jasamu jikalau aku
Masih sempat bertemu bersamamu
Aku sangat ingin memeluk ibu.

Tentang Ibu-Perjuangan Tanpa Ada Perbandingan

Oleh Ary Gembel

Bermula diterima, sayang, sayang ….
Lukis semua rasa yang halus …

Kini ku mulai bercerita …
Saat merintih berhasil dera …
Tiada banding hantamannya …
Bagaikan terbakar larva …
Tak pernah ia tetap memelihara jiwa ….

Tak ada lukisan yang sangat menantang itu ….
Layaknya petir bergemuruh ….
Semua daya dan ingin tumpah ….
Meruah semua gelisah ….

Tiada sedetikpun yang mau …
Mau beri ruangan untuk menuntut …
Raungnya menyayat kalbu …
Tak juga butir-butir peluh …
Tapi bada belum memenuhi …

Ia masih dan belum berhenti
berjuang Gengaman tanganya bagai remukkan tulang …
Hanya dia sendiri yang tau …
Jurang yang bisa dia lalui …

Kini …
Rintih pergi …

Dan air sebening Salju pun mulai berlinang …
Tak pas rengek meraung lantang …
Cemas melayang hilang …
Karena seonggak daging dan gumpalan darah telah …
Datang bagai bintang …

Kumandang asma illahi terdengar memenuhi setiap-setiap segi ruangan …
Lahirlah buah cinta yang memberi terang.

Tentang Ibu-Tidak Akan Terganti

Puisi Nurhalimah Lubis

Ibu ..
Kami selalu membuat mu bersedih
Mulai saat ini aku bertekat memulai matamu …
Dan akan ku ganti dengan canda dan tawa …

Ketika ku pendam lekat terhadap sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku sadar ada banyak air mata untuk kita anakmu.

Air mata mau yang harus kita lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kita anakmu yang menjadi nomer satu
Kali sering kita melawan dan melalaikan permintaannya

Terima kasih ibu
Kau takkan tergantikan di hati kita anakmu.

Puisi untuk Sang Ibu

puisi untuk ibu
sholehuddin.com

Puisi ini untuk sang ibu yang tercinta. Mungkin kita dapat menyampaikan puisi ini kepada ibu kita.

Janganlah kalian lupa untuk membiarkanmu, biarkan dia masih ada. Meskipun puisi ini tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan ibu.

Untuk Ibu-Kehebatan Mu Ibu

Oleh Rifka Nurul Aulia

Saat kamu tidak bisa berjalan
Saat aku tidak bisa bicara
Manusia yang pertama kali menemanimu adalah ibu
Yang selalu tersedia saat kamu senang, senang dan susah
Saat kamu bisa mengingat hidupmu
|
Betapa sulitnya Waktu ibu melahirkan mu
Keringat bercucuran Mulai Jatuh
Dan Saat ibu melahirkanmu, ayah Selalu menemani ibu
Dan ayat Selalu Berkata “Yang Kuat”
Bayangkanlah Saat ITU Kau Tumbuh Menjadi Makhluk Yang biasa
Masih Banyak Seorang ibu Yang Ingin melahirkan anaknya DENGAN biasa
TAPI Jangka Waktu: Tersedia Seorang ibu yang perlu mendapat kan ujian anak yang tidak normal.

Sebagai manusia sosial kita perlu saling membantu dan menolong
Maka, kita perlu percaya kepada ibu, sebab 9 bulan dia mengandung
Tiada lelah yang ia rasakan
Maka saat itu kita perlu balas budi.

Untuk Ibu-Maafkan Aku, Ibu

Akulah menyanyikan Pengukir mimpi
Yang menghindar Pergi Dari Sunyi
Yang Hanyut Oleh Gelisah
Dan di Telan rasa PUAS
Ibu, Kaulah Matahariku
Terang hearts Gelap ku.

Kau tuntas aku di jalur berliku
Yang penuh oleh batu
Ucapanmu bagaikan kamu hidupku
Aku berteduh dalam naungan do’amu
Memohon ampun darimu.

Karena ridho, Allah adalah ridhomu.
Aku senang bersamamu ibu.
Karena mendapat sinar hidup,
Kaulah kunci dari kesuksesanku.
Ibu, maafkan aku.

Untuk Ibu-Bunga

Oleh Ellen Ervianadani

Aku pilih mati!
Buratan benang kusam jalannya terlampau batas
Kala itu mengehendaki aku diusir waktu.

Aku pilih mati!
Jika bunga tetap menangis
Karena Setiap-tetesannya luka dalam jiwaku 

Aku pilih mati!
Sebagai aku kupu-kupu tak bersayap
Bagai aku yang tak terbang cerahkan kelopaknya

Aku marah!
jika
keasingan ….

Aku tak pilih mati!
Sinar doa-doanya selimuti malam ku
Selamat banyak harapan mimpi bunga diterima.

Aku akan berdiam diri.
Dengarkan sepoi angin yang didapat dari
miliknya. Menyongsong tajam sorot mata tuanya

Aku tak bisa mati!
Mendahului bunga
Itu Yang dia minta.

Untuk Ibu-Hati Yang Tersisa

Oleh Eko Supriyono

Di bayang matamu yang sayu
Tersimpan sejuta rahasia
penuh misteri
Yang masih belum terjawab.

Di garis dahimu
Tersirat banyak pertanyaan
Begitu rumitnya
perlu bantuan tertunduk.

Kokoh rahangmu
Menopang seratnya
dikeluarkan dengan kerasnya
Dibutuhkan oleng.

Mencoba bertahan
Menyatukan tulang belakang renta
Menjalin kulit-keriput
Menjemput yang telah kusut

Berusaha selalu berpegang
pada implus yang telah berkarat
Berusaha selalu memberi
Walau yang menerima tinggal hati.

Untuk Ibu-Aku Pasti Akan Datang

Oleh Nina Yusuf

Ibu …
Lautan Sudah ku seberangi
Rantau Sudah ku berjauh
Aku disini Dan Kau di sana
Kita TIDAK berpijak di bumi Yang sama
Namun sebelumnya sebelumnya Saat ini siangku Adalah malammu
Dan malamku, siang Bagimu.

Ibu …
Bagai mana kabarmu?
Masihkah kau menungguku?
Berharap aku hadir hari-harimu yang sepi
Menemanimu saksikan dan makan soto kesukaanmu

Ibu …
Begitu banyak prihal yang kurindukan bersamamu
Begitu banyak kisah yang berhasil ku ceritakan
Tapi tidak sekarang tidak
bisa sebelum aku bisa kembali ke tempat itu

Ibu …
Bersabarlah sedikit lagi
Demi aku, demi kita
Aku tau kau lelah
Aku tau kau hampir puas
Tapi percayalah ibu, aku pasti akan datang.

Untuk Ibu-Ulang Tahun Mu Ibu

Ibu …
Engkau pecahkan kegaulan yang selalu membuatku jatuh …
Engkau bagai penompang raga yang mulai runtuh …
Engkau memberi semua yang kita butuhkan …
Tapi kami, saat dibutuhkan butuhpun kami tidak berhasil.

Ibu ..
Kamu membuang waktumu tanpa lelah untuk kami … Kamu
buat terima kasih sudah menjadi normalitas yang sering kita lupakan …
Engkau memberi tanpa meminta …
Engkau memberikan siraman, terima kasih yang tidak ada tandingannya …

Ibu …
Kamui perasaan itu membantu hatimu ..
Setegas kasihmu …
Semampu dan selalu tersedia untuk kita anakmu …
Kan rubah segala yang menjadi kesalmu …
Kan ku coba rengkuk rasa yang sering kamu berikan kepadaku …
Diatas langit yang tak terbatas …
Kau tompangkan kasihmu tanpa lelah …

Terimakasih ibu … Terimakasih Telah menyetujui ku Sampai dewasa …
Izin ku Cinta Tanpa putus asa …
Mencari Google Artikel cintamu, aku merasa kapabalitas  Yang Sungguh Luar Biasa …
Aku Tidak PERNAH can membalas Suka Dan
terima kasih, Sampai kapanpun!

Penutupan

Nah itu dia yang saya tulis puisi tentang ibu dan berbagai tema tentang puisi untuk ibu yang bisa Anda gunakan, Jika bisa tidak hanya melalui puisi.

Berusahalah untuk selalu mengingat ibu selama dia mash di beri umur panjang, kalau bisa sekarang.

Dia lah orang yang selalu hebat dalam bahasa mu, semoga dengan puisi ini kamu bisa lebih sayang dan ucapan terimakasih untuk sang ibu.

Karena tanpa perjuangan beliau kita tidak akan lahir di dunia ini.

Ya mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi Anda.

Komen Lurr