15 Jenis-Jenis Air Di Bumi

7 min read

Jenis Jenis Air Di Bumi

Jenis-Jenis Air Di Bumi-Tak bisa lagi dipungkiri bahwa setiap makhlik hidup mulai dari tumbuhan, hewan hingga manusia sangan bergantung dengan air sebagai sumber daya untuk menunjang kehidupannya.

Oleh karena itu kita sebagai makhluk berakal sudah semestinya untuk bisa menjaga kelestariannya, supaya air dapat untuk dimanfaatkan oleh generasi yang akan mendatang.

Nah manusia lah yang sebenarnya sebagai faktor utama perusak sehingga kualitas air mengalami penurunan.

Peranan air dalam kehidupan sangatlah banyak, terkadang dalam penggunaannnya tidak secara baik atau disiplin, sehingga tidak memperhitungkan lagi apa dampak negatif yang dapat terjadi.

Nah jika ini terjadi maka demikian manusia juga yang akan menanggung akibatnya.

Maka untuk itulah kesadaran atas penghematan dan upaya untuk melestarikan sumber daya air harus ditanam dan dipupuk oleh semua orang. Kesadaran yang nyata dan bukan karena takut mendapatkan sanksi/hukuman.

Sumber daya air sangatlah banyak karena hampir 70 persen di muka bumi tertutupi oleh air, namun sayangnya sebagian besar berbentuk air laut yang kurang baik jika digunakan untuk keperluan hidup manusia.

Air laut juga mengambil bagian sekitar 97 persen dari total keseluruhan air di dunia serta hanya 3 persen air tawar dan dari 3 persen itupun 70 persennya berbentuk es, 30 persen yang lainnya ada di danau, sungai, air permukaan dan air dalam tanah.

Dapat dibayangkan betapa sedikitnya air tawar itu, terlebih untuk air tanah yang jumlahnya sangat terbatas.

Banyaknya populasi manusia saat ini tidak sebanding dengan pasokan air tawar yang benar benar bersih dan murni.

Nah untuk itulah banyak sekali orang yang berusaha mencari sumber air yang masih terjaga kelestariannya dan kemurniannya, dan air tanah menjadi pilihan favorit karna selain murni, tidak adanya biaya tambahan untuk mendapatkannya atau bahkan bisa dikatakan gratis.

Sepertinya yang diketahui sebelumnya air tersebar dimana saja, tidak hanya terkonsentrasi di lautan, di daratan pun juga dijumpai air meskipun jumlah nya relatif sedikit jika dibandingkan dengan total air keseluruhan.

Berdasarkan letak dan asalnya air secara umum dikelompokan menjadi 3 diantaranya adalah air angkasa, air permukaan dan air tanah dan berbagai jenis jenis air.

Air Angkasa

Air Angkasa yaitu air yang asalnya dari udara atau atmosfer yang jatuh ke permukaan bumi.

Nah perlu diketahui juga bahwa komposisi air yang terdapat dilapisan udara bumi berkisar 0.001 persen dari total air yang ada dibumi. Menurut bentuknya air angkasa terbagi lagi menjadi 3 yaitu:

1. Air Hujan

Matahari berperan dalam mendorong proses terjadinya penguapan uap air yang ada di permukaan bumi naik hingga atmosfer.

Disanalah uap air akan mengalami yang namanya kondensasi sehingga berubah wujud menjadi titik air yang akan semakin berat dan akhirnya jatuh kembali ke permukaan bumi dalam bentuk hujan.

Namun ada juga titik air yang sebelumnya sampai ke bumi sudah menguap lagi, ini disebut dengan Virga.

Saat terjadinya Virga maka proses penjenuhan udara akan berlangsung, semakin lama udara akan mencapai  titik jenuh maksimum sehingga terjadinya hujan.

Air hujan umumnya memiliki tingkat PH yang rendah sehingga cenderung bersifat asam dan tekstur lunak karena tidak mengandung garam dan zat zat mineral lainnya.

Proses kondensasi yang berlangsung pada daerah pegunungan yang udaranya belum terkena polutan maka akan menghasilkan air hujan dengan PH mendekati normal.

Namun jika proses kondensasi terjadi pada daerah dengan tingkat polutan tinggi seperti daerah perkotaan dan industri maka PH air hujannya akan menjadi rendah sehingga sering disebut dengan istilah hujan asam.

2. Air Salju

Memiliki karakteristik yang sama dengan air hujan, hanya saja karena suhu udara di sekitar yang lebih rendah sehingga titik air berubah menjadi es dan jatuh kembali ke bumi dalam bentuk kepingan es yang mempunyai struktur lembut yang sering disebut dengan salju.

Saat jatuh ke permukaan bumi yang suhunya sekitar 0 derajat Celcius maka salju akan meleleh dan menjadi pecahan kecil yang dinamakan kepingan salju.

3. Air Es

Nah proses pembentukannya sama seperti air hujan dan salju, hanya saja udara saat terjadi kondensasi lebih dingin lagi sehingga membentuk butiran es yang mempunyai ukuran bervariasi.

Sebenarnya es dapat terbentuk pada suhu yang lebih tinggi asalkan tekanan udara pada saat itu juga harus tinggi.

Nah jika tekanan udara sangat, terkadang air belum berubah menjadi es meskipun dangan suhu dibawah 0 derajat Celcius.

Air Permukaan

Jenis air permukaan merupakan air hujan yang mengalir diatas permukaan bumi dikarenakan tidak mampu terserap ke dalam tanah dikarenakan lapisan tanah bersifat rapat air sehingga sebagian besar air akan yergenang dan cenderung mengalir menuju daerah yang lebih rendah, air permukaan seperti inilah yang sering disebut dengan sungai.

Nah pada umumnya, air permukaan mengalami pengotoran selama mengalir diatas permukaan seperti bercampur dengan lumpur, sisa daun dan batang kayu serta kotoran lainnya.

Tingkat pengotoran air permukaan tergantung dari daerah yang dialirinya, jika di daerah urban/perkotaan, air permukaan ini sangatlah berkualitas sangat buruk karena sudah tercampur dengan bahan bahan kimia.

Sementara itu jika air permukaan pada hutan itu cenderung mengandung bahan bahan anorganik alamiah seperti air yang sudah tercampur dengan humus dan sisa pelapukan organik seperti daun, batang, pohon dan akar.

Nah air permukaan ini terbagi menjadi 2 di antaranya yaitu, simak di bawah ini :

1. Air Sungai

Air sungai ini merupakan jenis air permukaan dengan tingkat kekotoran yang sangat tinggi.

Paling sering digunakan oleh manusia seperti untuk irigasi, transportasi dan untuk pemenuhan kebutuhan lainnya.

Karena derajat pengotorannya begitu tinggi sehingga dalam penggunaannya untuk air minium perlu melewati proses pengolahan yang sempurna sehingga dapat di konsumsi secara aman.

Pada daerah hulu sungai umumnya memiliki kualitas air yang jauh lebih baik, sehingga tidak lagi memerlukan proses rumit dalam pengolahannya untuk menjadi air minum.

Masyarakat yang tinggal di daerah hulu sungai lebih memilih untuk  menggunakan air sungai, dibandingkan dengan air tanah, karena perbedaan kualitas antara keduanya tidak begitu mencolok.

2. Air Danau/Telaga

Air permukaan yang mengalir dan menemukan sebuah cekungan akan membentuk danau jika cekungan tanah dalam sekala besar atau jika cekungan bersekala kecil maka akan membentuk telaga.

Danau biasanya memiliki sumber air dari sungai ataupun mata air (pada danau di dataran tinggi) dan memiliki aliran keluar.

Sedangkan telaga dan rawa umumnya lebih di sebabkan oleh air hujan yang tergenang di suatu cekungan tanah dan tidak memiliki aliran keluar, hal inilah yang menyebabkan kenapa air tawar berwarna.

Kandungan zat zat organik yang tinggi misalnya humus tanah yang sudah menjadikan air berwarna air kuning coklat.

Karena tingkata pembusukan bahan organik begitu tinggi dan sedikitnya jumlah air menyebabkan kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) akan tinggi juga di tengah tingkat kelarutan kandungan oksigen pada air rawa yang begitu rendah.

Pada beberapa kasus akan dijumpai alga/lumut pada permukaan air telaga/rawa jika kondisi sinar matahari dan kadar Co2 yang memindai.

Nah jika anda ingin menfaatkan air tawar haruslah berhati-hati dengan hanya mengabil air sampai kedalam tertentu saja, supaya endapan Besi dan Mn tidak ikut terbawa.

Jikalau seandainya terbawa maka, harus kembali diendapkan lagi. Akan lebih baiknya lagi jika memekai filter air sehingga lumut atau alga dapat terpisah dengan sempurna.

3. Air Laut

1/3 luas bumi adalah lautan, zona lautan ini merupakan zona terluas di bumi, setiap orang tentu mengetahui laut.

Air laut merupakan penyumbangan air terbesar di Bumi. Air laut ini memiliki rasa yang sangat asin. Namun sumber air lainnya sebenarnya dapat kita simpulkan berasal dari laut.

Air Tanah

Air tanah ini merupakan segala macam jenis air yang terletak di bawah lapisan tanah. Air tanah ini menyumbang sekitar 0,6 persen dari total air di bumi ini.

Hal ini menjadikan air tanah lebih banyak dari pada air yang di sungai dan danau, bila digabungkan maupun air yang terdapat di atmosfir.

Air tanah dapat dikelompokan menjadi air tanah yang dangkal dan bisa menjadi air tanah yang dalam.

Nah umumnya masyarakat lebih sering memanfaatkan air tanah dangkal untuk keperluan dengan membuat sumur hingga kedalaman tertentu.

Rata rata kedalaman air tanah dangkal berkisar 9 hingga 15 meter dari bawah permukaan tanah.

Meskipun volumenya tidak sebanyak air tanah dalam, namun sudah sangat mencukupi segala kebutuhan seperti untuk air minum, mandi dan mencuci.

Banyak atau sedikitnya air tanah dangkal tergantung dari beberapa dasar atau banyak air yang terserap tanah, jadi pada kondisi kemarau maka pasokan air tanah dangkal akan jauh menurun sehingga tidak mengeluarkan air lagi.

Secara fisika air tanah dangkal jernih dan bening, hal ini terjadi akibat proses penyaringan di setiap lapisan tanah. Namun kandungan zat kimia seperti garam.

Pengelompokan Air Tanah Menurut Letaknya

Seperti yang telah anda ketahui bahwa tanah tersusun atas beberapa lapisan hingga mencapai lapisan tanah kedap air dan batuan.

Dan air tanah pun sebenarnya tersebar disemua lapisan tersebut dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan air tanah pada lapisan lainnya.

Secara fisika tidak ada yang berbeda, namun jika dilihat dari kandungan/komposisi kimia jelas berbeda. Berdasarkan letaknya air tanah terbagi menjadi beberapa jenis seperti berikut di bawah ini.

1. Air Tanah Freatik

Air tanah ini merupakan air tanah dengkal yang berada tidak jauh dari permukaan tanah. Cara mendapatkan air tanah freatik sangatlah mudah, cukup dengan membuat sumur hingga kedalaman antara 9 sampai 15 meter biasanya sudah muncul airnya.

Air tanah dangkal ini umumnya bening, namun pada beberapa tempat air tanah freatik ini dapat juga tercemar seperti memiliki kandungan Fe dan Mn yang sangat tinggi.

Karena rentan tercemar, maka untuk itu pembuatan sumur pun harus mengikuti kaidah yang di anjurkan seperti di bawah ini :

  1. Tembok harus diberikan hingga kedalaman sekitar 3 meter dari permukaan tanah supaya pengotoran air sumur oleh air yang berasal dari permukaan dan dihindari. Jika tidak ada tembok maka bisa saja air kotor permukaan menyerap dan masuk secara langsung kedalam sumur tanpa melewati penyaringan dari beberapa lapisan tanah.
  2. Di sekeliling sumur, pada jarak sekitar 2 meter dari bibir sumur harus di bangun lantai rapat/keramik, hal ini bertujuan supaya air permukaan yang kotor, misalnya bekas mandi dan mencuci tidak terserap kedalam sumur kembali
  3. Pada lantai tersebut harus dilengkapi dengan saluran pembangun air yang terpadu sehingga air kotor tidak terlalu lama tergenang di sekitar sumur. Salurannya pun juga harus kokoh dan tidak ada yang rusak, jika ada saluran yang strukturnya rusak terlebih lokasinya dekat sumur maka air akan terserap kembali ke sumur.

2. Air Tanah Dalam (Artesis)

Air ini terletak dibawah lapisan tanah kedap air pertama, untuk mengambil air tanah dalam tidak semudah air tanah dangkal.

Air artesis terletak pada kedalaman antara 80 meter hingga 300 meter dari permukaan tanah.

Sehingga untuk mendapatkan air tanah dalam ini harus menggunakan pompa air kapasitas besar dan tidak bisa menggunakan pompa air biasa.

Namun jika tekanan air tanah dalam ini besar maka air akan keluar dengan sendirinya, yang di sebut dengan sumur artesis.

Untuk kualitas air tanah dalam jauh lebih baik jika dibandingkan dengan air tanah dangkal/freatik.

Hal ini dikarenakan telah mengalami penyaringan yang sempurna dan air tanah artesis biasanya bebas dari bakteri sehingga dapat langsung untuk di minum.

Air tanah artesis bisa dijadikan solusi terhadap kekeringan. Jika pada musim kemarau panjang, biasanya sumur/air tanah dangkal mengering, namun tidak halnya dengan air tanah dalam yang mana debit airnya cenderung setabil.

Permasalahan yang kerap dihadapi adalah cukup mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk membuat sumur artesis tersebut.

3. Air Tanah Meteorit (Vados)

Merupakan air tanah yang berasal dari hujan/presipitasi yang mana sebelumnya terjadi proses kondensasi air di atmosfir dan tercampur dengan debu meteor.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa setiap saat sebenarnya meteor berukuran kecil bergesekan dengan atmosfer dan habis sebelum mencapai permukaan bumi.

Meteor yang bergesekan dengan atmosfer maka akan berpijar dan terbakar sehingga sering disebut dengan bintang jatuh.

Hasil pembakaran meteor tadi tentu saja akan menghasilkan abu yang pada akhirnya masuk ke dalam lapisan troposfer dan bercampur dengan awan yang mengandung titik air.

Air Vados mengandung air berat (H3) den terdapat tritium (suatu unsur yang berasal dari debu meteor) didalamnya sehingga sering disebut dengan air tua.

4. Air Tanah Magma (Juvenil)

Air ini merupakan air yang terbentuk secara kimiawi didalam tanah karena intrusi dari magma pada kedalaman tertentu.

Biasa  ditemukan pada daerah gunung berapi. Air Juvenil ini muncul ke permukaan bumi dalam bentuk air panas atau jika tekanan di dalamnya sangat tinggi air juvenil bisa menjadi Geyser.

Karena terletak di dekat gunung berapi atau dapur magma, maka terkadang air juvenil juga mengandung kadar belakang yang tinggi, jika selama pembrntukannya melewati batuan belerang/sulfur.

Namun jika tidak melewati struktur  batuan belerang saat proses perjalanan ke permukaan bumi, maka air juvenil seperti air biasanya yang hanya saja mempunyai suhu yang panas.

5. Air Konat (Tersengkap)

Air konat ini merupakan air tanah yang terjebak didalam batuan selama ribuan tahun hingga jutaan tahun sehngga sering disebut dengan air purba.

Pada umumnya air ini memiliki kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dengai air laut dan tercampur dengan senyawa/mineral dari batuan yang melingkupinya dalam waktu yang lama.

Air konat ini pada mulanya sama seperti dengan air tanah pada umumnya, namun karena pengaruh geologi sehingga terperangkap diantara batuan sendimen di dekat gunung.

Terperangkap dalam waktu yang sangat panjang menyebabkan air konat ter-mineralisasi secara sempurna.

<PENUTUPAN>

Yah mungkin hanya ini tentang jenis jenis air tanah, air angkasa, dan air permukaan. Nah jika anda ingin bertanya atau berkomentar, tulis langsung di bawah ini.
Semoga bermanfaat bagi anda.

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

TERIMAKASIH

Komen Lurr